SMBC Indonesia Raih Pertumbuhan Pendapatan Operasional dan Kredit Retail pada Triwulan-I 2025

Kamis 01-05-2025,18:46 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) terus menunjukkan kinerja positif selama Triwulan I-2025 melalui peningkatan pendapatan operasional dan penyaluran kredit retail. Keberhasilan ini dapat dicapai berkat fondasi bisnis yang kuat dan pertumbuhan yang signifikan di segmen bank digital.

Pencapaian positif tersebut juga tercermin dalam pembagian dividen perusahaan sebesar Rp562,6 miliar, atau sekitar Rp52,85 per lembar saham.

Hal ini menunjukkan komitmen SMBC Indonesia untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka di Indonesia.

Henoch Munandar, Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia Tbk, menyatakan, "SMBC Indonesia terus menunjukkan ketahanannya terhadap ketidakpastian pasar global melalui kinerja operasional yang solid dan berkelanjutan."

BACA JUGA:Berseberangan dengan Dedi Mulyadi, Pemprov DKI Jakarta Pilih Kirim Anak Nakal ke Perpustakaan

Dalam upayanya untuk mencapai tujuan strategisnya, SMBC Indonesia fokus pada integrasi bisnis yang efektif untuk melayani berbagai segmen nasabah. Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan pertumbuhan yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Laporan keuangan konsolidasi SMBC Indonesia pada periode Januari-Maret 2025 telah memperhitungkan kinerja Grup OTO. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja Grup OTO belum diakumulasikan oleh SMBC Indonesia karena akuisisi tersebut dilakukan pada akhir Maret 2024.

Pendapatan operasional SMBC Indonesia meningkat sebesar 42% year-on-year (yoy) menjadi Rp4,6 triliun pada Triwulan I-2025. Meskipun suku bunga masih tinggi dan perekonomian global tidak menentu, Bank berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 34% yoy menjadi Rp4,1 triliun. Hal ini terutama disumbangkan oleh pendapatan bunga dari kredit, penempatan aset likuid, dan pendapatan bunga bersih dari Grup OTO. Pendapatan fee dari Grup OTO juga turut menyumbang pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) selama Januari-Maret 2025 mencapai Rp634 miliar, naik 2% yoy. Kinerja positif ini juga didukung oleh solidnya kerjasama antara Grup OTO dengan SMBC Indonesia dalam menyediakan produk dan layanan unggulan bagi nasabah.

BACA JUGA:KAI Bandara Buka Lowongan Magang, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Kredit retail tumbuh sebesar 31% yoy berkat kontribusi dari Joint Finance (282% yoy), Jenius (di luar Digital Micro, 22% yoy), dan Mikro (29% yoy). Di sisi lain, kredit korporasi dan komersial mengalami penurunan sebesar 2% yoy akibat dinamika suku bunga, fluktuasi nilai tukar, dan persaingan pasar yang ketat. Namun, kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mencatatkan pertumbuhan 2% yoy yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Total penyaluran kredit SMBC Indonesia meningkat 1% yoy menjadi Rp188,1 triliun. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh tipis menjadi Rp240,1 triliun.

Meskipun total dana pihak ketiga menurun 2% yoy menjadi Rp117,4 triliun, pertumbuhan dana pihak ketiga di segmen retail tetap solid dengan kenaikan 14% yoy menjadi Rp59,2 triliun. Transformasi cabang-cabang di berbagai kota selama Triwulan I-2025 telah mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga di segmen retail. Deposito berjangka juga meningkat 6% yoy menjadi Rp75,4 triliun, yang berdampak pada penurunan rasio CASA menjadi 36%.

Kategori :