Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa proses penerimaan Damkar akan dimulai pada pertengahan tahun ini dan berlangsung hingga awal tahun depan.
Sebanyak 1.000 kuota penerimaan akan disediakan, dengan proses seleksi yang akan dikelola langsung oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta.
"Secara resmi Pemerintah DKI, dalam hal ini Gubernur, telah memutuskan untuk memberikan kuota penerimaan damkar. Kalau damkar kita kasih kuota 1.000, dan akan dibuka pertengahan tahun," kata Pramono.
BACA JUGA:GIIAS Pertama di 2025 Resmi Ditutup, Catat Rekor Terbesar di Luar China!
Berbeda dari proses rekrutmen PPSU yang terpusat di Balai Kota, pendaftaran Damkar akan dibuka di kantor-kantor damkar di masing-masing wilayah administrasi Jakarta, guna memudahkan akses bagi para pelamar.
Kebutuhan tambahan personel Damkar ini dianggap sangat mendesak. Saat ini, dari total 267 kelurahan di Jakarta, baru sekitar 170 pos pemadam kebakaran yang aktif beroperasi.
Sementara jumlah personel Damkar yang ada baru mencapai 4.000 orang, padahal kebutuhan ideal untuk melayani seluruh wilayah Jakarta diperkirakan mencapai 10.000 hingga 11.000 petugas.
Penambahan kuota ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kejadian kebakaran yang masih menjadi tantangan di ibu kota.
Dengan adanya rekrutmen besar-besaran ini, Pemprov DKI Jakarta berharap mampu memperkuat armada pemadam kebakaran di semua wilayah hingga ke level kelurahan.
Langkah ini diharapkan juga bisa mengurangi tingkat pengangguran dengan menyediakan peluang kerja bagi masyarakat luas.
Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan agar menghasilkan personel Damkar yang profesional dan berintegritas.
Bagi masyarakat yang berminat, persiapkan diri sebaik mungkin, karena kompetisi dipastikan akan sangat ketat seiring banyaknya peminat dari berbagai daerah.