Hal ini dilakukan agar pelayanan publik, khususnya transportasi tetap berjalan secara optimal meski ada pembagian tugas.
Kerusakan terbesar terjadi pada sejumlah halte Transjakarta yang dibakar oleh kelompok tidak dikenal.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyebutkan ada tujuh halte yang terdampak, antara lain Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan BDKI, serta Halte Gerbang Pemuda.
BACA JUGA:Asli! Aplikasi Penghasil Uang Ini Bayar Rp150.000 Hanya untuk Baca Berita
Kondisi ini sempat membuat layanan Transjakarta terhenti sementara, sehingga masyarakat harus mencari moda transportasi alternatif.
Namun, setelah situasi berangsur pulih, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai kembali beroperasi pada Sabtu.
Beberapa rute secara bertahap dibuka kembali, termasuk Koridor 11 Pulogebang–Kampung Melayu.
Manajemen Transjakarta juga terus melakukan pemantauan situasi melalui command center untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional.
Di sisi lain, PT MRT Jakarta (Perseroda) pun kembali melayani penumpang dengan rute penuh dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI.
Layanan sudah termasuk pemberhentian di Stasiun Istora Mandiri pada siang hari, sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan transportasi modern ini untuk beraktivitas.
Dengan kebijakan gratis ongkos transportasi selama sepekan ini, Pemprov DKI berusaha memastikan warga tidak semakin terbebani akibat dampak demonstrasi.
Transportasi umum diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Pelajar Wajib Tahu! 5 Cara Dapat Uang Tambahan dari HP Tanpa Keluar Modal
Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memulihkan kondisi Jakarta pasca kericuhan.
Gratisnya MRT dan Transjakarta selama sepekan menjadi simbol kepedulian agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa hambatan biaya.