Menurutnya, bila semua kekuatan politik masuk ke dalam pemerintahan, maka akan berbahaya karena tidak ada lagi kontrol dari luar.
BACA JUGA:Melongo! Putri Anies Baswedan Lanjut S2 di Harvard, Rekam Jejak Akademik Luar Biasa
Respons Publik
Isu Anies masuk kabinet juga ramai dibicarakan publik di media sosial.
Dalam sebuah polling online yang diikuti sekitar 1.700 responden, 77% menyatakan tidak setuju, sementara 23% mendukung langkah tersebut.
Sebagian besar penolak khawatir Anies hanya akan dijadikan “ban serep” dan sewaktu-waktu bisa dicopot jika berbeda pandangan dengan pemerintah.
Sementara yang mendukung melihat peluang itu sebagai strategi agar Anies bisa tetap berkontribusi langsung dalam pemerintahan.
BACA JUGA:Tak Tanggung-tanggung, Partai Buruh Terus Dukung Keras Anies dan Ahok Maju Pilkada 2024
Oposisi atau Rekonsiliasi?
Perdebatan mengenai posisi Anies Baswedan ke depan menggambarkan betapa strategisnya peran mantan Gubernur DKI itu dalam dinamika politik nasional.
Jika masuk kabinet, Anies Baswedan dinilai bisa mempercepat rekonsiliasi politik pasca Pilpres 2024.
Meski demikian, jika memilih di luar pemerintahan, Anies berpotensi memimpin barisan oposisi yang kuat.
Bagaimanapun, keputusan akhir ada di tangan Anies Baswedan itu sendiri.
Apakah ia akan mengambil jalan rekonsiliasi dengan Prabowo-Gibran, atau tetap konsisten berdiri sebagai oposisi demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.