BACA JUGA:GoPay Raih Penghargaan Perusahaan Fintech Penyedia Zakat Terbaik di BAZNAS Award 2025
Tak hanya Indonesia, beberapa negara ASEAN lainnya juga ikut dituding warganet Malaysia sebagai pihak yang tidak senang dengan perkembangan Harimau Malaya.
Opini publik di media sosial menyebut kebangkitan sepak bola Malaysia dianggap mengancam dominasi negara lain di Asia Tenggara.
Polemik Masih Berlanjut
Meski berbagai tudingan muncul, hingga kini FIFA belum memberikan penjelasan detail terkait alasan perubahan keputusan terhadap status pemain naturalisasi Malaysia.
FAM sendiri berencana mengajukan banding agar kasus ini bisa diselesaikan sesuai mekanisme resmi.
Polemik ini masih terus menjadi sorotan publik. Jika tidak segera ditangani dengan jelas, konflik bisa memengaruhi hubungan antarnegara di kawasan ASEAN, sekaligus berdampak pada citra sepak bola Malaysia di kancah internasional.