Diplomasi Berbuah Manis, 30 Ribu Benda Bersejarah Indonesia Akhirnya Kembali dari Belanda

Minggu 28-09-2025,11:04 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengakhiri kunjungan kerjanya di Belanda dan bertolak meninggalkan Amsterdam pada Jumat (26/9/2025).

Namun, kepulangannya kali ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, Prabowo membawa “oleh-oleh bersejarah” berupa kesepakatan pengembalian 30 ribu benda bersejarah Indonesia yang selama ini tersimpan di Belanda.

Kesepakatan berharga ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang sejarah, budaya, dan identitas bangsa.

Suasana Keberangkatan Prabowo dari Amsterdam

Keberangkatan Prabowo dari Bandara Amsterdam berlangsung penuh kehormatan. Ia dilepas langsung oleh Director of the Protocol and Host Country Department of the Ministry of Foreign Affairs of the Kingdom of the Netherlands, Gabriella Sancisi, serta Aide-de-Camp to His Majesty the King, Lieutenant Colonel Tienka Campenhout.

BACA JUGA:Jadwal Puasa dan Lebaran Idul Fitri 2026: Muhammadiyah, NU, Pemerintah, dan Cuti Bersama

Turut hadir pula Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas, dan Atase Pertahanan KBRI Den Haag, Kolonel Laut (P) Rikrik Permadi Sobana.

Suasana semakin khidmat ketika pasukan kehormatan Belanda ikut mengiringi keberangkatan Presiden Indonesia.

Dua prajurit berdiri tegak di ujung tangga pesawat, sementara sembilan prajurit lainnya berjajar rapi di sisi karpet merah, memberikan penghormatan kepada Prabowo.

Dengan prosesi militer yang penuh wibawa, Prabowo kemudian meninggalkan Amsterdam setelah melaksanakan agenda-agenda penting yang mempererat kerja sama Indonesia dan Belanda.

Pertemuan Prabowo dengan Raja dan Ratu Belanda

Salah satu momen bersejarah dalam kunjungan ini adalah ketika Prabowo mendapat kehormatan disambut langsung oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Belanda.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi bukti kuatnya hubungan diplomasi Indonesia-Belanda. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu penting dibahas, mulai dari kerja sama strategis hingga penguatan hubungan di bidang kebudayaan.

“Bapak Presiden diterima langsung oleh Raja Willem dan Ratu Máxima. Ini sangat baik untuk hubungan kedua negara karena Raja adalah kepala negara tertinggi di Belanda,” ujar Teddy.

Kesepakatan Pengembalian 30 Ribu Artefak Bersejarah

BACA JUGA:Promo Gila-Gilaan! Tiket Kereta KAI Rp80.000 Cuma 1 Jam Hari Ini, Catat Jadwalnya

Kabar paling membahagiakan datang dari hasil pertemuan tersebut. Pemerintah Belanda sepakat mengembalikan 30 ribu artefak, fosil, dan dokumen budaya milik Indonesia yang selama ini tersimpan di Belanda, termasuk di Museum Leiden.

“Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebanyak 30 ribu fosil, artefak, hingga dokumen budaya milik Indonesia. Prosesnya akan segera berjalan dan ditindaklanjuti oleh Menteri Kebudayaan,” jelas Teddy.

Langkah ini menjadi bukti nyata dari perjuangan panjang yang telah dilakukan berbagai pihak untuk mengembalikan warisan sejarah bangsa. Selama puluhan tahun, banyak benda budaya dan artefak Indonesia yang tersimpan di Belanda akibat masa kolonialisme.

Peran Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Kesepakatan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang sudah berada di Belanda. Ia dijadwalkan segera mengunjungi Museum Leiden untuk menyelesaikan proses teknis pengembalian.

“Pak Fadli Zon mungkin sudah di sini, dan besok atau dalam waktu dekat akan ke Museum Leiden. Prosesnya akan cepat karena Raja Belanda sudah menyepakati. Sebenarnya ini sudah berjalan lama, tapi Alhamdulillah bisa selesai sekarang,” tambah Teddy.

Tonggak Penting Diplomasi Indonesia-Belanda

Kesepakatan pengembalian artefak ini bukan sekadar diplomasi budaya, tetapi juga pengakuan terhadap sejarah Indonesia. Langkah Belanda ini menjadi sinyal positif bahwa kedua negara berkomitmen memperkuat hubungan bukan hanya dalam ekonomi dan politik, tetapi juga dalam pelestarian warisan budaya.

 

Bagi Indonesia, kembalinya artefak ini akan memperkaya museum dan lembaga sejarah nasional. Lebih dari itu, masyarakat bisa kembali belajar dan mengenang peradaban bangsanya melalui benda-benda bersejarah yang selama ini tersimpan jauh di negeri orang.

Kategori :