Pernyataan Sikap BEM PTNU Se-Nusantara: Produksi Padi Tinggi Bukan Jaminan Kedaulatan Pangan

Jumat 03-10-2025,10:36 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

Oleh: M. Nadhim Ardiansyah

Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU Se-Nusantara

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Akad Massal 26 ribu unit KPR FLPP pada Senin, 29 September 2025, menyampaikan kabar menggembirakan: Indonesia mencatat produksi padi tertinggi dalam sejarah.

Namun, di balik optimisme itu, beliau juga mengakui satu kenyataan pahit: sistem pertanian kita masih rapuh dan penuh kebocoran.

Bagi kami, pernyataan ini bukan sekadar seremoni, melainkan alarm serius. Produksi besar tidak otomatis berarti ketahanan pangan terjamin.

Angka-angka tinggi bisa menipu bila sistem distribusi dikuasai tengkulak dan mafia logistik. Hasil panen melimpah tidak serta-merta mensejahterakan petani, justru bisa memperkaya segelintir pihak yang menguasai rantai pasok.

BACA JUGA:GIIAS Bandung 2025 Hadirkan Education Day, Generasi Muda Dapat Ilmu Langsung dari Industri Otomotif

Pangan dan Energi adalah Kedaulatan, Bukan Sekadar Produksi

Swasembada pangan dan energi tidak hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga:

- Distribusi yang adil,

- Tata kelola yang bersih,

- Keberpihakan nyata kepada rakyat.

Ketika Presiden sendiri mengakui adanya kebocoran, maka pengawasan publik—terutama dari kalangan mahasiswa dan akademisi—menjadi mutlak diperlukan.

BACA JUGA:6.517 Penerima Makan Bergizi Gratis Alami Keracunan, BGN Bongkar Penyebabnya

Sikap Kami

Kami, Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU Se-Nusantara, menyatakan:

Kategori :

Terpopuler