Donat Labu Creamy Juara: Nikmat Manis yang Lebih Sehat dan Penuh Cerita

Kamis 02-10-2025,17:35 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Siapa yang bisa menolak pesona donat? Camilan manis yang satu ini selalu punya tempat istimewa di hati banyak orang.

Dari anak kecil hingga orang dewasa, donat menjadi teman setia untuk segala suasana—baik sebagai camilan sore, bekal anak, maupun hantaran istimewa.

Kini, popularitas donat kembali menanjak berkat kreasi bentuk dan topping yang makin beragam.

Tapi, pernahkah Anda bertanya bagaimana perjalanan donat hingga bisa menjadi kudapan favorit di seluruh dunia? Yuk, simak kisah menariknya!

BACA JUGA:JCO Anniversary Banjir Promo! Cuma Rp60.000an Bisa Dapat Paket Donat dan Minuman

Asal-Usul Donat: Dari “Olykoek” Belanda ke Dunia

Meski sering dikira berasal dari Amerika, sejarah mencatat bahwa donat modern berakar dari Belanda. Di abad ke-17, masyarakat Belanda sudah mengenal “olykoek”, yang berarti oil cake atau kue minyak. Kudapan ini berupa adonan manis yang digoreng dalam minyak panas, menghasilkan tekstur garing di luar dan lembut di dalam.

Ketika para imigran Belanda bermigrasi ke Amerika, khususnya ke wilayah New Amsterdam (sekarang dikenal sebagai New York), mereka membawa serta resep olykoek tersebut. 

Dari sinilah evolusi donat modern dimulai—dengan sentuhan budaya Amerika yang kemudian menjadikannya salah satu ikon kuliner global.

BACA JUGA:Donat Laris Tapi Mengeluh, Pinkan Mambo Buat Irfan Hakim dan Raffi Ahmad Jengkel

Kisah Lubang di Tengah Donat

Bentuk khas donat dengan lubang di tengah ternyata punya cerita tersendiri. Kisah populer menyebutkan bahwa pada tahun 1847, seorang kapten kapal asal Amerika bernama Hanson Gregory menciptakan lubang di tengah adonan agar donat bisa matang lebih merata saat digoreng.

Inovasi sederhana itu justru menjadi ciri khas yang bertahan hingga kini, menjadikan donat versi Amerika berkembang pesat dan mendunia—terlebih dengan hadirnya berbagai jaringan waralaba donat internasional.

Donat di Indonesia: Dari Kolonial ke Kreasi Lokal

Di Indonesia, donat pertama kali dikenal pada masa kolonial Belanda. Seiring waktu, resep aslinya beradaptasi dengan bahan lokal, melahirkan varian donat kentang yang lembut dan mengenyangkan.

Dari situlah kreativitas kuliner Indonesia berkembang—muncul berbagai varian seperti bomboloni (donat isi), cronut (gabungan croissant dan donat), donat mochi, hingga donat dengan bahan alami seperti ubi ungu atau labu kuning.

Kini, donat bukan sekadar camilan manis ala Barat, melainkan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang terus berinovasi lintas generasi.

BACA JUGA:Gokil! Krispy Kreme Adakan Promo Beli 1 Gratis 1 Lusin Donat Hanya Rp 100 Ribuan

Donat Labu Creamy Juara: Manisnya Seimbang, Rasanya Juara

Kategori :