TNI Perintahkan Warga Natuna Tak Beraktivitas di Luar Rumah, Anak-anak dan Lansia Diminta Mengungsi, Ada Apa?

Senin 20-10-2025,10:31 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama tiga hari pada 22–24 Oktober 2025.

Imbauan ini dikeluarkan oleh Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit/1GP) karena satuan TNI akan melaksanakan latihan menembak senjata berat di beberapa titik wilayah Natuna.

Latihan ini merupakan bagian dari program rutin peningkatan kemampuan satuan TNI, sekaligus bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga wilayah perbatasan yang strategis di jalur perairan internasional.

“Kegiatan latihan menembak senjata berat ini merupakan program latihan satuan yang bertujuan untuk memelihara kemampuan satuan serta prajurit,” ujar Komandan Yonkomposit 1/GP, Letkol Infanteri Muchamad Ricky Prawiratama, dikutip dari Antara, Minggu (19/10/2025).

Latihan Dilaksanakan di Lima Titik Strategis

BACA JUGA:Prabowo Sindir Pejabat yang Sibuk Habiskan Anggaran Akhir Tahun, Tegaskan Efisiensi Jadi Prioritas Pemerintah!

Latihan tembak TNI ini akan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dan mencakup lima titik utama di wilayah Natuna, yakni:

  • Desa Air Lengit

  • Desa Sebadai Ulu

  • Kelarik

  • Batubi

  • Teluk Buton

Letkol Ricky menjelaskan, pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan strategis dan keamanan, agar latihan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

Latihan senjata berat ini akan melibatkan berbagai jenis persenjataan dengan daya ledak tinggi, sehingga TNI mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dari area latihan.

Tujuan Latihan: Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit di Wilayah Perbatasan

Menurut Letkol Ricky, kegiatan latihan ini sangat penting untuk menjaga profesionalisme dan kesiapan tempur pasukan, terutama mengingat posisi geografis Natuna yang berada di perbatasan dan berdekatan dengan jalur pelayaran internasional.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel TNI dalam menjaga wilayah perbatasan, khususnya Natuna yang memiliki posisi strategis di jalur perairan internasional,” ujarnya.

Selain itu, latihan ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan peralatan dan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap keamanan wilayah Indonesia di perairan utara.

BACA JUGA:Jelang Nataru 2025-2026, Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat! Ini Rincian PPN yang Ditanggung Negara

Kelompok Rentan Diminta Mengungsi Sementara

Untuk menjamin keselamatan warga, Yonkomposit 1/GP juga mengeluarkan imbauan khusus bagi kelompok masyarakat rentan agar mengungsi sementara selama kegiatan latihan berlangsung.

Kelompok yang dimaksud mencakup lanjut usia (lansia), ibu hamil, bayi, anak-anak, serta pasien dengan kondisi medis tertentu.

“Kami mengimbau agar kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, pasien dengan kondisi medis khusus, bayi, dan anak-anak di wilayah itu untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman selama latihan berlangsung demi meminimalisir risiko yang dapat membahayakan keselamatan,” tegas Letkol Ricky.

Langkah ini dilakukan karena latihan menggunakan senjata berat dengan amunisi berdaya getar dan ledak tinggi, yang bisa menimbulkan efek suara keras serta getaran di sekitar lokasi.

Prosedur Keamanan Diterapkan Secara Ketat

TNI memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan dan standar operasi (SOP) akan diterapkan secara ketat selama latihan berlangsung.

Pasukan yang terlibat juga sudah dibekali dengan instruksi pengamanan agar kegiatan berjalan aman, terkontrol, dan tidak menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi imbauan ini demi keamanan bersama. Atas perhatian dan kerja sama warga Natuna, kami ucapkan terima kasih,”

tutur Letkol Muchamad Ricky menutup pernyataannya.

Dukungan Masyarakat Kunci Kesuksesan Latihan

Pelaksanaan latihan militer di wilayah perbatasan seperti Natuna bukan hal baru.

Namun, keterlibatan dan dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama kesuksesan kegiatan ini.

Dengan mematuhi imbauan dan menjaga jarak aman dari area latihan, warga turut membantu kelancaran dan keamanan seluruh proses.

Latihan menembak senjata berat ini juga menjadi simbol komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan Indonesia, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain dan berada di jalur laut strategis dunia.

Kategori :