JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Porsche terus memperkuat komitmennya terhadap praktik ekonomi sirkular dengan memperluas penggunaan material daur ulang dalam proses manufakturnya.
Salah satu langkah inovatif yang kini dijajaki adalah penerapan gasifikasi, metode daur ulang kimia yang mampu mengubah limbah campuran menjadi bahan baku bernilai tinggi—termasuk bahan dasar untuk pembuatan plastik baru.
Pendekatan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai alternatif dari proses pemulihan termal yang selama ini digunakan, sekaligus memperkaya strategi keberlanjutan Porsche.
Melalui teknologi daur ulang kimia, limbah plastik yang tidak bisa diproses secara mekanis—karena kendala teknis, ekonomi, maupun lingkungan—dapat kembali dimanfaatkan sebagai sumber daya baru.
BACA JUGA:Porsche Cayenne Electric: Perpaduan DNA Sporty, Inovasi Digital, dan Personalisasi Tanpa Batas
Dalam proyek percontohan yang dijalankan bersama mitra industri, Porsche berfokus untuk menilai potensi Automotive Shredder Residue (ASR) sebagai sumber material daur ulang di masa mendatang.
Untuk pertama kalinya, proses daur ulang ini sepenuhnya mengandalkan bahan baku non-fosil, menggantikannya dengan bahan berbasis nabati seperti serpihan kayu, dikombinasikan dengan limbah otomotif. Melalui teknologi gasifikasi canggih, limbah plastik diubah menjadi gas sintesis pada suhu tinggi.
Gas sintesis tersebut kemudian dimasukkan ke dalam jaringan produksi terintegrasi BASF, yang selanjutnya digunakan untuk memproduksi plastik baru berbasis poliuretan.
Hasilnya, material tersebut berhasil diaplikasikan dalam pembuatan setir mobil baru. Bahan daur ulang ini dialokasikan pada produk akhir melalui pendekatan mass balance, memastikan proporsi bahan terbarukan tercatat secara transparan.
BACA JUGA:Porsche Resmikan Desain Final Experience Centre Singapore, Rayakan Warisan Balap di Pekan F1
Dr. Robert Kallenberg, Head of Sustainability Porsche AG, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pilar keberlanjutan perusahaan.
“Melalui proyek percontohan seperti ini, kami dapat menguji bagaimana ekonomi sirkular dapat terus dikembangkan di Porsche. Kami juga ingin melihat sejauh mana daur ulang kimia bisa diintegrasikan ke dalam strategi jangka panjang kami,” ungkapnya.
“Bersama mitra kami, kami berupaya meningkatkan penggunaan material daur ulang, membuka akses ke sumber daya yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, serta mengevaluasi teknologi baru bagi limbah yang selama ini hanya dimusnahkan secara termal,” tambahnya.
Sementara itu, Martin Jung, Presiden Divisi Performance Materials BASF, menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai metode daur ulang untuk mencapai target keberlanjutan global.
“BASF menyediakan beragam solusi daur ulang dan kami percaya bahwa setiap teknologi memiliki peran saling melengkapi. Daur ulang mekanis tetap menjadi prioritas, namun efisiensinya perlu terus ditingkatkan. Untuk jenis limbah tertentu, pendekatan seperti daur ulang kimia menjadi sangat penting karena mampu mengolah sisa plastik yang selama ini berakhir di insinerator,” jelasnya.