PSSI Masih Bungkam Soal Pelatih Baru Timnas Indonesia, Rumor Louis van Gaal hingga Jesus Casas Bermunculan

Rabu 22-10-2025,10:13 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kabar soal siapa pelatih baru Timnas Indonesia setelah berakhirnya era Patrick Kluivert masih menjadi tanda tanya besar.

Hingga Senin (20/10/2025), PSSI belum juga mengumumkan siapa sosok yang bakal menahkodai skuad Garuda untuk melanjutkan perjalanan ke ajang internasional berikutnya.

Sejak Kluivert resmi berpisah dengan PSSI usai gagal membawa Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026, rumor nama-nama penggantinya ramai diperbincangkan publik dan media sosial.

Dari Louis van Gaal, Jesus Casas, hingga Timur Kapadze

Nama Louis van Gaal, mantan pelatih timnas Belanda, sempat membuat heboh jagat maya. Banyak yang meyakini ia sedang didekati oleh PSSI.

Namun kabar itu rupanya hanya rumor liar yang bersumber dari komentar jurnalis Magenta TV, Victor Catalina, di media sosial X (Twitter).

Selain Van Gaal, dua nama lain juga ikut disebut sebagai kandidat kuat, yakni Jesus Casas pelatih asal Spanyol yang saat ini menangani Irak dan Timur Kapadze, pelatih asal Uzbekistan yang dikenal punya gaya kepelatihan modern.

Namun sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak PSSI mengenai ketiga nama tersebut.

BACA JUGA:Geotab Resmi Hadirkan Geotab Ace di Indonesia, Asisten AI Generatif untuk Efisiensi Armada Transportasi

Belum Ada Pembahasan Soal Pelatih Baru

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Rudi Yulianto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda rapat resmi yang membahas penunjukan pelatih baru Timnas Indonesia.

“Kalau informasi ke saya belum ada,” ujar Rudi.

“Masalah Patrick Kluivert kemarin juga belum ada informasi ke saya,” lanjutnya.

Rudi menyebut, pembahasan soal pelatih baru kemungkinan baru dilakukan setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyelesaikan acara pernikahan putrinya pada Minggu (19/10/2025).

Rapat Exco Belum Dijadwalkan

Menurut Rudi, rapat Exco PSSI merupakan wadah utama untuk membahas semua keputusan penting, termasuk soal pelatih kepala Timnas.

“Kalau misalkan ada undangan rapat, semuanya pasti diundang,” ujarnya.

“Biasanya Pak Sekjen PSSI (Yunus Nusi) yang mengundang sesuai arahan dari Ketua Umum PSSI (Erick Thohir).”

Ia menambahkan bahwa saat ini fokus utama PSSI masih tertuju pada pengawasan kompetisi domestik, termasuk Super League dan Championship, agar berjalan lancar dan aman.

“PSSI tidak bisa fokus ke satu sisi saja. Komite keamanan juga sedang bekerja keras memastikan kompetisi berjalan dengan baik,” tegasnya.

Penunjukan Pelatih Harus Lewat Keputusan Rapat Exco

Pernyataan Rudi Yulianto senada dengan yang diungkapkan anggota Exco PSSI lainnya, Andre Rosiade. Dalam wawancara di Kompas TV (Sabtu, 18/10/2025), Andre menegaskan bahwa penunjukan pelatih Timnas Indonesia tidak bisa dilakukan sepihak.

“Kalau kita cek di dalam, rapat Exco PSSI itu belum pernah dilakukan sejak timnas gagal masuk Piala Dunia,” kata Andre.

“Pemecatan Patrick Kluivert pun tidak melalui rapat resmi. Jadi kalau sekarang muncul gosip-gosip soal pelatih baru, itu belum ada dasar resminya.”

Andre kemudian mengutip Statuta PSSI edisi 2025, yang menegaskan bahwa keputusan menunjuk pelatih kepala harus melalui Komite Eksekutif.

“Pasal 43 ayat 1 huruf L jelas menyebutkan bahwa komite eksekutif berwenang menunjuk pelatih kepala dan perangkat pelatih timnas atas usulan dari Departemen Teknis dan Komite Pengembangan,” jelas Andre.

BACA JUGA:Hyundai STARGAZER Cartenz, MPV Modern untuk Keluarga Indonesia yang Dinamis

PSSI Diminta Lebih Transparan

Situasi tanpa pelatih ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pencinta sepak bola nasional. Banyak yang berharap PSSI lebih transparan dan cepat mengambil keputusan, mengingat waktu menuju kualifikasi Piala Asia dan ajang internasional lain semakin sempit.

 

Beberapa pengamat menilai, siapapun pelatih yang datang nanti harus punya visi jangka panjang, bukan sekadar memoles prestasi jangka pendek.

Selain itu, pelatih baru diharapkan mampu melanjutkan fondasi positif yang sudah dibangun selama kepemimpinan Kluivert — terutama dalam pengembangan pemain muda.

Kategori :

Terpopuler