JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Koro Roasters bersama Pratter, produsen mesin roasting ternama asal Indonesia, resmi memperkenalkan Rostoc, software roasting berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia.
Teknologi ini dirancang untuk bekerja optimal dengan mesin roaster Pratter berkapasitas 5 kg, menghadirkan efisiensi sekaligus konsistensi tinggi dalam proses pemanggangan kopi.
Kehadiran Rostoc disebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan digitalisasi industri kopi nasional.
Inovasi ini sekaligus menegaskan kesiapan pelaku industri lokal dalam berkolaborasi secara global, sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital yang tercantum dalam ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
BACA JUGA:Bank Saqu Perkenalkan Good Gesture di IdeaFest 2025: Literasi Keuangan Inklusif untuk Semua
“Ini adalah karya anak bangsa yang dibuat untuk Indonesia dan dunia,” ungkap Alain Scialoja, Founder Koro Roasters. Tech-preneur yang kini aktif sebagai roaster ini menambahkan bahwa paduan engineering dari Pratter, seni meracik kopi, pemanfaatan data, serta komitmen memberdayakan petani menjadi landasan terciptanya rasa kopi yang konsisten sekaligus tetap menghormati karakter khas kopi Indonesia.
Kolaborasi antara Koro Roasters dan Pratter menjadi bukti bahwa Indonesia kini bukan hanya mengekspor biji kopi, melainkan juga metode, teknologi, dan inovasi hasil karya talenta lokal.
Rostoc.co: Software AI untuk Roaster Indonesia
Di tahap pengembangan, Koro Roasters sedang menyiapkan platform Rostoc.co, software berbasis AI yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan roastery, mulai dari proses roasting, pengendalian mutu, pengelolaan inventori, hingga analitik yang mudah digunakan oleh pelaku industri.
Dalam beberapa bulan mendatang, Pratter akan menjadi mitra pertama yang mengintegrasikan Rostoc ke dalam lini mesin roasting mereka, bersama Koro dan sejumlah mitra terpilih. Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan solusi yang saling terhubung, terjangkau, dan tetap dekat dengan kebutuhan para pelaku industri kopi di berbagai daerah.
“Di JCW, kami selalu menempatkan kualitas dan rasa sebagai prioritas,” tambah Alain. Ia menekankan bahwa semakin rendah hambatan dalam pengelolaan data dan software, semakin mudah para roaster menjaga mutu, konsistensi rasa, serta meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar regional maupun global.