JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Seorang pemuda berusia 22 tahun yang bekerja di sebuah kafe demi menopang hidup ibunya, meninggal dunia setelah keluarganya memutuskan untuk mendonorkan organ tubuhnya kepada pasien lain yang membutuhkan.
Pada 2 Oktober, Badan Donasi Organ Korea mengumumkan bahwa Ahn Jae-gwan (22) telah mendonorkan hati serta kedua ginjalnya pada 9 Oktober di Rumah Sakit Universitas Eulji, Daejeon.
Melalui donasi ini, tiga orang memperoleh kesempatan hidup baru berkat pengorbanannya.
Ahn mengalami kecelakaan mobil pada 24 September. Ia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan tidak pernah sadar kembali hingga akhirnya dinyatakan mengalami mati otak.
BACA JUGA:Video Viral! Pria Tewas Setelah Nekat Memanjat Dinding dan Masuk Kandang Singa
Di tengah duka mendalam, keluarga Ahn memutuskan untuk mendonorkan organ-organ vitalnya sebagai bentuk harapan agar sebagian dari dirinya dapat terus hidup melalui orang lain.
Keluarga menggambarkan Ahn sebagai sosok yang hangat, ceria, dan mudah bergaul. Anak bungsu dari dua bersaudara ini dikenal selalu tersenyum dan senang membantu siapa pun di sekitarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia bekerja di berbagai bidang seperti barista kafe dan pelatih kebugaran demi membantu ibunya yang membesarkan kedua putranya seorang diri.
Meski sempat memulai bisnisnya sendiri, Ahn tetap berusaha mencari pekerjaan yang lebih stabil untuk masa depan.
BACA JUGA:Cek Daftar Promo Emados 1-7 Desember 2025: 3 Ekor Ayam dan Sambal Cuma Rp99.000
Sang ibu mengenang putranya dengan penuh rasa kehilangan.
"Nak, apakah kamu baik-baik saja di surga? Rasanya masih sulit percaya kamu tidak ada di sisiku.
Setiap aku mengingatmu, air mataku tak berhenti mengalir,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan terakhir penuh cinta, “Maafkan ibu karena harus melepaskanmu. Ibu sangat mencintaimu, Jae-gwan.”
Direktur Badan Donasi Organ Korea, Lee Sam-yeol, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga Ahn.