Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia 2025 Versi Bloomberg, Kekayaan Prajogo Pangestu Tembus Rp770 Triliun

Senin 08-12-2025,10:40 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kabar terbaru dari dunia bisnis Tanah Air kembali bikin publik tercengang. Sejumlah konglomerat Indonesia mencatat lonjakan kekayaan yang luar biasa sepanjang tahun 2025.

Data ini dirilis oleh Bloomberg Billionaires Index per 7 Desember 2025, yang memperlihatkan bagaimana sektor energi, pertambangan, perbankan, infrastruktur digital, hingga layanan kesehatan menjadi mesin utama pertumbuhan harta para taipan.

Nama Prajogo Pangestu masih kokoh bertengger di posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia 2025, dengan total kekayaan mencapai US$ 49,1 miliar atau setara lebih dari Rp 770 triliun (kurs Rp 15.700).

Lonjakan kekayaan para konglomerat ini bukan hanya mencerminkan kuatnya bisnis domestik, tetapi juga menggambarkan besarnya peran Indonesia dalam rantai ekonomi global.

Berikut ulasan lengkap 10 orang terkaya di Indonesia 2025 versi Bloomberg.

BACA JUGA:Takut Terjebak Ganjil Genap Jakarta? Begini Cara Cek Jalurnya Lewat Google Maps, Praktis dan Anti Ribet!

1. Prajogo Pangestu

Pendiri Grup Barito Pacific ini kembali mempertahankan mahkota sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya melonjak 65,2% secara year to date (ytd) atau bertambah sekitar US$ 19,4 miliar sejak awal 2025.

Sumber kekayaan utama Prajogo berasal dari:

  • 71% saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

  • 22% saham Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

  • 5% saham Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

  • 84% kepemilikan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

Kombinasi petrokimia, pembangkit listrik, dan energi hijau menjadi kunci lonjakan fantastis ini.

2. Low Tuck Kwong

Pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ini mengantongi kekayaan US$ 24,6 miliar. Meski mengalami penurunan sekitar 11,8% secara ytd, Low tetap menjadi figur kuat di sektor energi.

Ia menguasai:

  • 62% saham BYAN

  • 78% saham Metis Energy di Singapura

3. Sukanto Tanoto

Pemilik Royal Golden Eagle (RGE) ini mengantongi kekayaan US$ 21,3 miliar, naik sekitar US$ 946 juta sepanjang 2025. Bisnisnya meliputi:

  • Perkebunan sawit

  • Kehutanan

  • Tekstil

  • Gas alam

4. Budi Hartono

Salah satu pemilik Djarum Group dan pemegang saham utama Bank Central Asia (BBCA) ini mencatat kekayaan US$ 19,7 miliar, meski turun sekitar 12,5% dibanding awal tahun.

5. Michael Hartono

Michael Hartono berada di posisi kelima dengan kekayaan US$ 18,1 miliar. Selain BBCA, ia juga memiliki:

  • 32% saham Sarana Menara Nusantara (TOWR)

  • 33% saham Global Digital Niaga (BELI) alias Blibli

6. Anthoni Salim

BACA JUGA:Kawasaki Versys 650 2026 Resmi Meluncur di Indonesia: Harga Masih “Bersahabat”, Spek Touring Tetap Gahar!

Bos Salim Group ini memiliki kekayaan US$ 16 miliar, melonjak 24,3% sepanjang 2025. Portofolionya meliputi:

  • Amman Mineral Internasional (AMMN)

  • Indofood Sukses Makmur (INDF)

  • Indomaret

  • KFC Indonesia

7. Dato Sri Tahir

Pendiri Mayapada Group mencatat lonjakan kekayaan paling mencolok, mencapai US$ 14,1 miliar, naik lebih dari 567% dibanding awal tahun 2025.

Sumber kekayaan utamanya berasal dari:

  • Mayapada Hospital (SRAJ)

  • Bank Mayapada

  • Properti dan asuransi

8. Haryanto Tjiptodihardjo

Bos Impack Pratama Industri (IMPC) ini mencatat lonjakan kekayaan hingga 862% menjadi US$ 10,9 miliar. Lonjakan ini dipicu melonjaknya saham IMPC.

9. Otto Toto Sugiri

Pendiri sekaligus Dirut DCI Indonesia (DCII) ini mencatat kekayaan US$ 10,6 miliar. DCII kini menjadi tulang punggung infrastruktur digital nasional.

10. Marina Budiman

Komisaris Utama sekaligus pendiri DCII ini mengantongi kekayaan US$ 7,81 miliar, naik lebih dari 441% sepanjang 2025. Marina menjadi simbol kuat keterlibatan perempuan dalam industri teknologi Indonesia.

Sektor-Sektor yang Mendorong Lonjakan Kekayaan 2025

Beberapa sektor yang paling berkontribusi terhadap lonjakan kekayaan para konglomerat antara lain:

 

  • Energi dan batu bara

  • Energi terbarukan

  • Perbankan dan keuangan

  • Layanan kesehatan

  • Infrastruktur digital dan data center

  • Konsumer dan ritel

Kategori :

Terpopuler