Resmi Melantai di Bursa, Superbank Kantongi Dana Rp 2,79 Triliun

Rabu 17-12-2025,12:34 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - PT Super Bank Indonesia Tbk dengan kode saham SUPA resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 17 Desember 2025.

Aksi Initial Public Offering (IPO) ini menandai langkah besar Superbank sebagai pemain baru di sektor perbankan digital nasional.

Pada hari pertama perdagangan, saham SUPA langsung mencuri perhatian pasar. Harga sahamnya melonjak 24,41 persen atau naik 155 poin, dan ditutup di level Rp 790 per saham.

Kinerja impresif ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap prospek Superbank di industri perbankan berbasis digital.

Superbank mematok harga penawaran umum perdana di angka Rp 635 per saham.

BACA JUGA:BMKG Ungkap Tiga Siklon Kepung Indonesia, Waspada Hujan Ekstrem Datang!

Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas 4,4 miliar saham baru, setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari langkah tersebut, Superbank sukses mengantongi dana segar sekitar Rp 2,79 triliun.

IPO SUPA Diserbu Investor

Antusiasme investor terlihat sangat kuat. IPO Superbank tercatat oversubscribed hingga 318,69 kali, dengan total permintaan yang menembus lebih dari satu juta order. 

Pencapaian ini menjadikan SUPA sebagai salah satu IPO paling diminati di tahun 2025.

Presiden Direktur Superbank, Tigor Siahaan, menyebut pencatatan saham ini bukan sekadar seremoni masuk bursa, melainkan simbol perjalanan transformasi perusahaan.

"Hari ini bukan hanya soal listing, tetapi tentang membangun kepercayaan. Saat kami mengakuisisi bank ini pada 2021–2022, kami memperoleh izin dari OJK untuk bertransformasi penuh menjadi bank digital. Ini merupakan hasil dukungan para pemegang saham dan seluruh karyawan Superbank,” ujar Tigor saat seremoni IPO di Main Hall BEI.

BACA JUGA:Promo Akhir Tahun 2025 PHD, Beli Dua Paket Spesial Dapat Harga Menarik!

Fokus Ekspansi Kredit dan Teknologi Digital

Dalam prospektus resminya, Superbank mengungkapkan rencana penggunaan dana IPO yang terbagi ke dalam dua pos utama.

Sekitar 70 persen dana akan dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk memperluas penyaluran kredit.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan bisnis di segmen ritel dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kategori :

Terpopuler