SEMARAKNEWS.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif Tanah Air. Produksi Toyota Yaris di Indonesia dikabarkan bakal dihentikan pada 2026 mendatang.
Jika benar terealisasi, maka keputusan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjalanan Toyota Yaris berkode XP150, yang selama ini dikenal luas sebagai “Yaris Lele”.
Hatchback andalan Toyota ini saat ini diproduksi di fasilitas Toyota di Karawang, Jawa Barat. Namun, rumor yang beredar menyebutkan bahwa usia produksinya memang sudah memasuki fase akhir siklus hidup.
Salah satu narasumber internal industri otomotif yang dikutip Otodriver mengungkapkan bahwa Toyota Yaris XP150 akan resmi disuntik mati pada April 2026.
“Yaris Lele (XP150) bakal dihentikan produksinya di Indonesia pada April 2026 nanti dan kemungkinan pasti akan diikuti fasilitas lain milik Toyota di luar Indonesia. Siklus hidupnya sudah habis,” ujar sumber tersebut.
Keputusan ini dinilai wajar mengingat platform yang digunakan Yaris XP150 sudah cukup lama dan mulai tertinggal dibandingkan generasi baru mobil Toyota lainnya di kawasan Asia Tenggara.
BACA JUGA:Honda CG150 2026 Resmi Dirilis: Motor Retro 150cc yang Sederhana, Tangguh, dan Tetap Bergaya
Pengganti Yaris Tidak Menggunakan Platform Lama
Menariknya, kisah Toyota Yaris di Asia Tenggara disebut tidak akan berhenti begitu saja. Toyota disebut sudah menyiapkan model pengganti dengan pendekatan yang benar-benar baru.
“Nanti bakal ada penggantinya dan akan menggunakan platform yang sama sekali baru,” lanjut narasumber tersebut.
Model Yaris generasi berikutnya dikabarkan tidak lagi menggunakan platform EFC (Entry Family Car), yang sebelumnya juga dipakai oleh Toyota Etios dan Vios generasi lama. Artinya, Toyota siap melakukan lompatan besar dari sisi teknologi dan struktur kendaraan.
Next Gen Yaris Pakai Platform DNGA-B
Lebih lanjut, sumber tersebut membocorkan bahwa Next Generation Toyota Yaris akan menggunakan platform DNGA-B (Daihatsu New Global Architecture).
Platform ini punya hubungan erat dengan sejumlah model populer Toyota dan Daihatsu, seperti:
-
Toyota Avanza
-
Daihatsu Xenia
-
Toyota Vios generasi terbaru
Dengan platform DNGA-B, Yaris generasi baru diprediksi akan lebih ringan, efisien, serta menawarkan kualitas berkendara yang lebih baik dibandingkan pendahulunya.
Yaris Hatchback Berbasis Vios Sedan
BACA JUGA:Lowongan Kerja Bank Muamalat Indonesia Desember 2025 Dibuka, Kesempatan Emas untuk Fresh Graduate
Hal yang cukup menarik, Yaris terbaru disebut akan memiliki desain yang sangat dekat dengan Toyota Vios terbaru.
“Mobil ini berbagi desain dengan Vios terbaru. Ia merupakan versi hatchback dari Vios Sedan. Jadi tampang depannya bakal sama, namun bagian belakangnya tak lagi memiliki buntut,” jelas sumber tersebut.
Jika bocoran ini akurat, maka Yaris generasi baru akan tampil lebih modern dan dewasa, meninggalkan desain “lele” yang selama ini melekat pada XP150.
Produksi Dipindahkan ke Thailand dan Malaysia
Dari sisi produksi, Toyota disebut sudah menentukan basis manufaktur untuk Yaris generasi baru di Asia Tenggara.
“Jadwal produksinya akan mulai pada Juni 2026, diproduksi di Thailand dan Malaysia. Thailand akan merakit untuk kebutuhan domestik dan ekspor, sedangkan Malaysia hanya untuk pasar dalam negeri,” ungkapnya.
Dengan skema ini, Thailand diproyeksikan menjadi basis produksi utama Yaris hatchback terbaru untuk pasar ASEAN.
Nasib Toyota Yaris di Indonesia Masih Abu-Abu
Meski produksi Yaris XP150 di Indonesia dikabarkan berakhir, nasib nama Yaris di pasar Indonesia masih belum jelas.
“Belum tahu apakah nanti bakal dijual lagi di Indonesia dengan mengandalkan impor dari Thailand,” kata narasumber tersebut.
Artinya, masih ada kemungkinan Toyota Yaris kembali dijual di Indonesia dengan status impor utuh (CBU), tergantung pada strategi pasar Toyota ke depan.
Respons Resmi Toyota Indonesia
Menanggapi kabar ini, pihak Toyota Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi. Head of Public Relation Toyota Indonesia, Philardi Sobari, menyatakan bahwa pihaknya masih belum bisa membuka informasi terkait rencana produk.
“Kami belum bisa memberikan keterangan apa pun tentang product planning Toyota ke depannya. Jadi harap bersabar, kami akan informasikan kondisinya pada waktunya,” ujarnya.