JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, minat masyarakat Indonesia untuk berpergian dan berbelanja ke luar negeri justru diperkirakan mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025.
Indonesia bahkan mencatat pertumbuhan minat perjalanan internasional tertinggi di Asia Tenggara, dengan hampir 80 persen wisatawan Indonesia melakukan perjalanan ke luar negeri tahun ini.
Fenomena ini tidak hanya mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur, tetapi juga menunjukkan adanya pergeseran pertimbangan dalam memilih destinasi.
Faktor harga kini menjadi penentu utama dalam perencanaan perjalanan.
BACA JUGA:Honest Card, Solusi Fintech dengan Persetujuan 90% untuk Akses Kredit Lebih Inklusif di Indonesia
Ketua Umum ICPI, Azril Azahari, mengungkapkan bahwa tren wisata luar negeri diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, mahalnya biaya wisata domestik membuat sebagian keluarga justru memilih negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, yang dinilai lebih ramah di kantong.
Wisatawan Indonesia Semakin Hemat dan Teliti
Perubahan pola perjalanan ini juga tercermin dari perilaku transaksi pengguna Honest Card, yang mencatat kenaikan transaksi luar negeri hingga 38 persen sepanjang 2025. Lonjakan tersebut dipicu oleh kemudahan bertransaksi dengan kurs aktual tanpa biaya konversi, sehingga pengguna dapat mengelola pengeluaran dengan lebih efisien saat berada di luar negeri.
Beberapa negara yang mencatat aktivitas transaksi tertinggi dari pengguna Honest Card antara lain Jepang, Tiongkok, serta negara-negara Asia Tenggara, sejalan dengan destinasi favorit wisatawan Indonesia saat ini.
Kuliner dan Belanja Jadi Pengeluaran Terbesar
Berdasarkan data internal, pengeluaran terbesar pengguna Honest Card di luar negeri didominasi oleh kuliner, belanja ritel, dan transportasi. Dalam konteks ini, transparansi nilai tukar menjadi faktor penting bagi wisatawan.
Berbeda dengan kartu kredit konvensional yang umumnya mengenakan biaya konversi mata uang asing sebesar 1–4 persen per transaksi, Honest Card menawarkan nilai tukar sesuai kurs aktual tanpa markup. Dari Januari hingga September 2025, total nilai transaksi luar negeri pengguna Honest Card tercatat mencapai Rp95 miliar, dengan estimasi penghematan biaya hingga Rp3,8 miliar berkat kebijakan bebas biaya transaksi tersebut.
Transparansi Bikin Wisata Lebih Tenang
Brand Marketing Lead PT Honest Financial Technologies, Amertya Ardya, menyebut bahwa wisatawan Indonesia kini semakin sadar pentingnya transparansi biaya saat bepergian.
“Masyarakat Indonesia semakin cermat dalam mengatur anggaran liburan. Mereka ingin memastikan setiap transaksi tetap masuk akal tanpa rasa ‘rugi’. Banyak pengguna merasa lebih tenang karena tahu nilai yang dibayarkan sesuai kurs aktual, tanpa biaya tersembunyi dan tanpa kejutan di tagihan,” jelasnya.