Pendekatan infrastruktur bersama ini memungkinkan seluruh pelaku industri, termasuk fintech yang sedang berkembang, untuk mengakses kapabilitas keamanan berstandar industri tanpa harus membangun sistem mahal secara mandiri.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menegaskan bahwa keberhasilan FDC sangat bergantung pada fondasi teknologi yang kuat.
“FDC membutuhkan sistem pendukung yang andal, dan FMS Jalin hadir sebagai enabler utama. Dengan konsep shared infrastructure, kami memastikan seluruh pelaku industri memiliki tingkat kesiapan yang setara dalam menghadapi ancaman fraud yang semakin canggih,” jelas Ario.
BACA JUGA:Jakarta Premium Outlets Hadirkan Akhir Tahun Penuh Kehangatan dan Diskon Besar
Menuju Ekosistem Keuangan Digital yang Lebih Tangguh
Pembentukan Fraud Detection Consortium oleh Jalin dan AFTECH, beserta implementasi FMS, diharapkan menjadi titik balik dalam peningkatan maturitas keamanan industri fintech nasional. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada uji coba bertahap, penguatan kolaborasi lintas pelaku industri, serta dialog berkelanjutan dengan regulator.
Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan operasional sekaligus memperkuat kerangka kebijakan, agar ekosistem keuangan digital Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan, aman, dan terpercaya.