SEMARAKNEWS.CO.ID - Honda kembali menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar kendaraan listrik roda dua. Pabrikan asal Jepang tersebut dikabarkan akan merilis motor listrik terbaru bernama Honda UC3 pada tahun 2026.
Menariknya, skuter listrik ini akan lebih dulu meluncur di Thailand dan Vietnam, dua negara yang kini menjadi fokus pengembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Kehadiran Honda UC3 menjadi sinyal kuat bahwa Honda tidak main-main dalam menghadirkan motor listrik dengan teknologi mutakhir.
Mulai dari penggunaan baterai jenis baru hingga fitur modern, UC3 digadang-gadang sebagai salah satu motor listrik paling canggih di kelasnya.
Salah satu sorotan utama dari Honda UC3 adalah penggunaan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP).
Ini menjadi pertama kalinya Honda menggunakan baterai LFP pada skuter listriknya. Baterai ini dipasang secara permanen dan telah memenuhi standar keselamatan internasional UNR136.
Baterai LFP dikenal memiliki keunggulan dari sisi keamanan, stabilitas suhu, serta usia pakai yang lebih panjang dibanding baterai lithium-ion konvensional.
Dengan teknologi ini, Honda ingin memastikan UC3 tidak hanya efisien, tetapi juga aman untuk penggunaan harian.
BACA JUGA:Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Ini Harga dan Keunggulannya
Dua Opsi Charger dengan Standar CHAdeMO
Untuk urusan pengisian daya, Honda UC3 mengadopsi standar CHAdeMO, yang merupakan standar pengisian internasional dari asosiasi CHAdeMO. Ini membuka peluang pengisian daya yang lebih luas, terutama jika infrastruktur pendukung terus berkembang.
Honda menyediakan dua opsi charger, yakni:
-
Charger 1.200 watt
-
Charger 450 watt
Waktu pengisian daya pun cukup kompetitif. Dari kondisi baterai kosong hingga penuh, Honda UC3 membutuhkan waktu sekitar:
-
4 jam dengan charger 1.200 watt
-
9 jam dengan charger 450 watt
Sementara itu, pengisian dari 20 persen ke 80 persen hanya memerlukan:
-
2 jam (1.200 watt)
-
5 jam (450 watt)
Fleksibilitas ini memudahkan pengguna menyesuaikan pengisian daya sesuai kebutuhan dan kondisi listrik di rumah.
Performa Setara Motor Bensin 110 cc
Honda UC3 mengusung motor listrik yang dipasang di bagian swingarm dan dikembangkan langsung oleh Honda. Motor ini mampu menghasilkan tenaga hingga 6 kW, yang diklaim setara dengan performa motor bensin 110 cc.
Dengan dukungan sistem regenerative braking, energi yang dihasilkan saat pengereman dapat dikonversi kembali menjadi daya listrik.
Berkat teknologi ini, Honda UC3 diklaim mampu menempuh jarak hingga 122 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Namun untuk alasan keselamatan dan efisiensi, kecepatan maksimum UC3 dibatasi hingga 80 km/jam, menjadikannya ideal untuk penggunaan di perkotaan.
BACA JUGA:Toyota Veloz Hybrid Resmi Meluncur di Indonesia, Veloz Bensin Disetop Total
Tiga Mode Berkendara dan Fitur Mundur
Melansir Paultan.org, Honda UC3 dibekali tiga mode berkendara, yakni:
-
Standard untuk penggunaan harian
-
Sport untuk respons akselerasi lebih agresif
-
Econ untuk efisiensi daya maksimal
Menariknya, motor listrik ini juga dilengkapi fitur mundur, yang sangat membantu pengendara saat parkir di area sempit atau saat harus bermanuver di ruang terbatas.
Urusan teknologi, Honda UC3 tak kalah modern. Informasi berkendara ditampilkan melalui layar TFT-LCD 5 inci yang informatif dan mudah dibaca. Panel ini dapat terhubung ke smartphone melalui Bluetooth menggunakan aplikasi Honda RoadSync.
Dengan konektivitas tersebut, pengendara bisa mengakses berbagai informasi penting langsung dari layar motor, meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan saat berkendara.
Sebagai skuter listrik modern, Honda UC3 juga dibekali beragam fitur penunjang, antara lain:
-
Smart key system
-
Port USB-C untuk mengisi daya gadget
-
Sistem pencahayaan full LED
Kombinasi fitur ini menjadikan UC3 sebagai motor listrik yang praktis dan relevan dengan kebutuhan pengendara masa kini.
Honda Perluas Infrastruktur Pengisian Daya
Tak hanya menghadirkan produk, Honda juga menyiapkan ekosistem pendukungnya. Ke depan, Honda berencana memperluas jaringan stasiun pengisian CHAdeMO di Thailand hingga 800 titik pada 2027.
Selain itu, Honda juga akan menyediakan charger rumahan khusus untuk UC3, sehingga pengguna bisa lebih nyaman mengisi daya di rumah tanpa bergantung penuh pada stasiun pengisian umum.
Khusus untuk pasar Thailand, Honda UC3 dibanderol 132.600 baht, atau setara sekitar Rp58 jutaan. Harga ini dinilai cukup kompetitif jika melihat teknologi baterai LFP, fitur modern, serta performa yang ditawarkan.
Meski belum ada informasi resmi terkait pemasaran di Indonesia, banyak pihak menilai Honda UC3 memiliki potensi besar jika masuk ke Tanah Air, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap motor listrik.