Prosesor Snapdragon S4 Plus (dual-core)
RAM 2 GB
Memori internal 32 GB atau 64 GB
Layar AMOLED 4,5 inci HD (768p)
Corning Gorilla Glass 3
NFC
Baterai 2000 mAh
Kentang? Jelas. Tapi di masanya, ini adalah spesifikasi kelas atas. Ditambah desain khas Lumia yang tegas, sudut tajam, dan warna berani. Meski flagship, Lumia tetap tampil colorful dan beda dari yang lain.
BACA JUGA:Resep Tahu Cabe Garam Viral, Olahan Tahu Goreng Sederhana yang Bikin Nagih
RIP Windows Phone, OS yang Terlalu Dini
Lumia 1020 berjalan di atas Windows Phone, sistem operasi legendaris yang kini tinggal kenangan.
Padahal, OS ini punya banyak keunikan: tampilan tile yang rapi, sistem ringan, dan performa yang konsisten dari kelas murah sampai flagship.
Sayangnya, ekosistem aplikasi jadi titik lemahnya. Developer lebih memilih Android dan iOS. Windows Phone akhirnya tertinggal, meski hardwarenya—terutama kamera—terlalu “dewa” untuk OS sesederhana itu.
Ironisnya, kesederhanaan Windows Phone yang bikin performanya enteng, justru jadi alasan kenapa Lumia sulit berkembang.
Kamera GILA 41 MP yang Mengguncang Dunia
Sekarang kita masuk ke bintang utamanya: kamera 41 MP PureView.
Di era sekarang, 41 MP mungkin terdengar biasa. Bahkan HP murah pun sudah tembus 50 MP. Tapi di tahun 2013? Ini revolusi besar. Saat iPhone 5S masih 8 MP, Galaxy S4 13 MP, dan Sony Xperia Z1 20 MP, Lumia 1020 datang dengan sensor raksasa.
Ukuran sensornya? 1/1.15 inci — sekitar 4 kali lebih besar dari iPhone saat itu. Bahkan lebih besar dari beberapa kamera digital terkenal seperti Nikon Coolpix dan Canon PowerShot.