JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah mulai menyusun arah kebijakan terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Meski belum ada kepastian apakah seleksi CPNS akan resmi dibuka pada 2026 atau tahun berikutnya, wacana tersebut kembali menguat seiring pembahasan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pernyataannya, pemerintah memberi sinyal bahwa peluang CPNS ke depan berpotensi lebih difokuskan bagi lulusan baru atau fresh graduate.
BACA JUGA:Bukan Konser Biasa! Padi Reborn Hadirkan Experience Stage 360° di Senayan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan perhatian khusus pemerintah terhadap kondisi para lulusan baru yang membutuhkan akses kerja di sektor pemerintahan.
"Tentunya saya concern ya terhadap teman-teman dari fresh graduate ya," kata Rini di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.
Rini menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan perhitungan kebutuhan CPNS secara nasional.
Proses tersebut menunggu data usulan dari masing-masing kementerian dan lembaga (K/L) agar formasi yang dibuka benar-benar sesuai kebutuhan organisasi.
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini 7 Samsung Galaxy S Series yang Masih Layak Dibeli 2026
"Sedang kita hitung dulu, nanti kementerian lembaga tentunya harus sudah mempersiapkan diri untuk kebutuhan pegawainya," ucap Rini.
Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa jumlah ASN terus mengalami peningkatan signifikan hingga akhir 2025.
Total ASN nasional kini mencapai sekitar 5,6 juta orang, terdiri dari 3,59 juta PNS dan 1,98 juta PPPK.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan awal Januari 2025 yang masih berada di angka 4,2 juta ASN.
BACA JUGA:Bandara Asia Perketat Pemeriksaan Kesehatan usai Muncul Kasus Virus Nipah di India
Artinya, terdapat penambahan sekitar 1,4 juta ASN sepanjang 2025 hingga November.