Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Kamis 19-02-2026,06:01 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

*

Muktamar ke-35 bukan sekadar ajang pergantian kursi kepemimpinan, melainkan momentum bagi NU untuk melakukan lompatan besar. Dengan rekam jejak sebagai aktivis organisasi, nasab (garis keturunan), sanad (keilmuan/organisasi), dan pengalaman profesional, politisi, birokrat, dan pengurus inti PBNU, Gus Ipul memiliki paket lengkap. Ia mampu mengombinasikan tradisi kultural pesantren dengan manajemen modern.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Gus Ipul layak memimpin NU untuk membawa organisasi ini semakin mandiri, moderat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Ia adalah jawaban atas kebutuhan NU akan pemimpin yang mampu menjaga tradisi sekaligus melakukan inovasi.

Maka, menyerahkan tonggak kepemimpinan kepada sosok yang "matang" dan memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang adalah langkah strategis untuk membawa NU menuju satu abad kedua yang lebih gemilang. Wallahu'lam bishawab.

Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Kategori :