JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Survei FedEx Asia Pasifik 2026 mengungkap perubahan signifikan dalam pola perdagangan lintas batas, di mana praktik keberlanjutan kini menjadi prioritas strategis bagi pelaku usaha di kawasan tersebut.
Dalam laporan terbaru, survei FedEx Asia Pasifik 2026 yang dirilis oleh Federal Express Corporation menunjukkan bahwa 80% Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Asia Pasifik telah mempertimbangkan aspek lingkungan ketika melakukan perdagangan dengan Eropa.
Temuan survei FedEx Asia Pasifik 2026 juga mencatat bahwa keberlanjutan perdagangan lintas batas tidak lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan logistik dan pemilihan rantai pasok.
Asia Tenggara Paling Proaktif dalam Tren Keberlanjutan
Data dalam survei FedEx Asia Pasifik 2026 menunjukkan Asia Tenggara menjadi kawasan paling progresif dalam menerapkan praktik keberlanjutan perdagangan lintas batas.
Lebih dari 55% UKM di Malaysia dan Indonesia dalam survei FedEx Asia Pasifik 2026 menjadikan faktor keberlanjutan sebagai pertimbangan utama dalam memilih mitra logistik dan rantai pasok.
Hasil survei FedEx Asia Pasifik 2026 ini mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap dampak lingkungan dari aktivitas perdagangan global.
Konsumen Asia Pasifik Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
Selain pelaku usaha, survei FedEx Asia Pasifik 2026 juga menyoroti dorongan kuat dari sisi konsumen terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Sebanyak 84% konsumen di Asia Pasifik dalam survei FedEx Asia Pasifik 2026 menginginkan opsi belanja online yang lebih ramah lingkungan.
Dalam survei FedEx Asia Pasifik 2026, tercatat 81% konsumen lebih memilih perusahaan yang menjalankan operasional secara berkelanjutan dibanding kompetitor yang tidak memiliki komitmen lingkungan yang jelas.
Menariknya, hampir empat dari sepuluh konsumen dalam survei FedEx Asia Pasifik 2026 menyatakan bersedia membayar lebih untuk kemasan yang lebih ramah lingkungan, meski harga dan kualitas tetap menjadi pertimbangan utama.
Temuan survei FedEx Asia Pasifik 2026 ini menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan kini semakin terintegrasi dalam keputusan pembelian konsumen digital.
Keberlanjutan Jadi Pendorong Pertumbuhan Bisnis
Menurut Salil Chari, Regional President Asia Pacific di FedEx, hasil survei FedEx Asia Pasifik 2026 menunjukkan bahwa keberlanjutan telah berevolusi dari kewajiban kepatuhan menjadi penggerak utama pertumbuhan dan diferensiasi bisnis global.
Dalam pernyataannya terkait survei FedEx Asia Pasifik 2026, Salil Chari menegaskan bahwa FedEx menargetkan operasional carbon-neutral secara global pada 2040.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi FedEx dalam mendukung keberlanjutan perdagangan lintas batas melalui inovasi layanan, optimalisasi jaringan logistik, serta penyediaan perangkat digital yang lebih cerdas.