SEMARAKNEWS.CO.ID - Provinsi Jawa Barat dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang menarik, mulai dari wisata religi, wisata alam, hingga wisata keluarga.
Tak heran jika wilayah ini selalu menjadi salah satu tujuan utama masyarakat saat libur panjang, termasuk saat momen Hari Raya Idul Fitri.
Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata saat Lebaran terus meningkat setiap tahunnya.
Pada periode libur Lebaran 2025, tercatat sepuluh destinasi wisata favorit yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan bahwa tempat-tempat wisata tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari wisata religi hingga rekreasi keluarga.
“Mulai dari wisata religi, wisata bahari, hingga wisata rekreasi keluarga,” ujarnya
Masjid Al Jabbar Jadi Destinasi Wisata Terpopuler
Di posisi teratas destinasi wisata favorit selama libur Lebaran 2025 adalah Masjid Raya Al Jabbar di Kota Bandung.
Masjid yang menjadi ikon baru Jawa Barat ini berhasil menarik 362.021 pengunjung selama periode libur Lebaran. Jumlah tersebut bahkan melampaui destinasi wisata pantai yang biasanya ramai saat musim liburan.
Masjid Raya Al Jabbar memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain menjadi tempat ibadah, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas edukatif dan wisata religi.
Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
-
Ma’rodh, ruang pameran edukasi Islam
-
Taman tematik 25 Nabi dan Rasul
-
Area taman luas yang cocok untuk wisata keluarga
Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 25 hektare ini mampu menampung hingga 30.000 jamaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Indonesia.
Pantai Pangandaran Masih Jadi Favorit Wisata Bahari
Di posisi kedua terdapat destinasi wisata bahari populer, yaitu Pantai Pangandaran.
Pantai ini mencatatkan 254.704 pengunjung selama libur Lebaran 2025. Pantai Pangandaran memang sudah lama dikenal sebagai salah satu pantai terbaik di Jawa Barat, dengan panorama laut yang indah serta berbagai aktivitas wisata seperti berenang, naik perahu, hingga menikmati kuliner laut.
BACA JUGA:QJMotor Luncurkan Fort 180 Adventure dan SRV 200 MT di Indonesia, Siap Tantang Honda ADV160
Daftar 10 Destinasi Wisata Favorit Lebaran di Jawa Barat
Selain dua destinasi tersebut, beberapa lokasi wisata lain juga ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2025.
Berikut daftar lengkapnya:
-
Masjid Raya Al Jabbar – 362.021 pengunjung
-
Pantai Pangandaran – 254.704 pengunjung
-
Taman Safari Indonesia Bogor – 77.576 pengunjung
-
Kebun Raya Bogor – 73.238 pengunjung
-
Pantai Batu Karas – 67.670 pengunjung
-
Sari Ater Hot Spring Resort – 55.152 pengunjung
-
Pantai Kejawanan – 45.976 pengunjung
-
Agrowisata Gunung Mas – 44.754 pengunjung
-
Kawah Putih – 39.804 pengunjung
-
Kolam Renang Taman Baru – 36.757 pengunjung
Daftar tersebut menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki ragam destinasi wisata yang sangat beragam, mulai dari pantai, pegunungan, taman safari, hingga wisata religi.
Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, jumlah kunjungan wisata biasanya mengalami peningkatan signifikan dalam periode tiga hari sebelum hingga tiga hari setelah Lebaran.
Pada tahun 2024, jumlah wisatawan yang tercatat mencapai 204.880 orang. Sementara pada Lebaran 2025, angka tersebut melonjak menjadi 369.526 orang.
Jika dihitung secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, pergerakan wisatawan di Jawa Barat bahkan mencapai 211,7 juta perjalanan wisata.
Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pergerakan wisatawan terbesar kedua di Indonesia, tepat di bawah Jawa Timur.
Tantangan Pariwisata Jawa Barat: Lama Tinggal Wisatawan
Meski jumlah wisatawan terus meningkat, Dinas Pariwisata Jawa Barat menemukan fenomena yang cukup menarik.
Menurut Iendra Sofyan, banyak wisatawan yang datang ke Jawa Barat, tetapi lama tinggalnya relatif singkat.
Rata-rata wisatawan hanya menghabiskan waktu sekitar 1,4 malam di Jawa Barat. Padahal sebelumnya, rata-rata lama tinggal wisatawan bisa mencapai lebih dari 2,5 malam.
Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan pariwisata di provinsi tersebut.