13 Rahasia Orang Tionghoa Jadi Kaya: Cara Mengatur Keuangan yang Jarang Diketahui

Jumat 27-03-2026,09:13 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

Utang bukan sesuatu yang sepenuhnya dihindari, tetapi digunakan secara bijak.

Pinjaman biasanya dipakai untuk hal produktif seperti usaha atau aset, bukan untuk kebutuhan konsumtif seperti gadget atau gaya hidup.

6. Edukasi Keuangan Sejak Dini

Pemahaman tentang uang sudah diajarkan sejak kecil, baik melalui pengalaman langsung maupun keterlibatan dalam usaha keluarga.

Hal ini membentuk mentalitas menghargai uang dan tidak mudah menghamburkannya saat dewasa.

7. Punya Tujuan Finansial yang Jelas

Menabung bukan sekadar mengumpulkan uang, tetapi memiliki tujuan yang spesifik.

Misalnya untuk membeli rumah, membuka usaha, atau pendidikan anak. Dengan target yang jelas, motivasi untuk disiplin menjadi lebih kuat.

8. Tidak Gengsi Memulai dari Kecil

Banyak usaha besar berawal dari skala kecil.

Prinsipnya adalah memulai terlebih dahulu, tanpa harus menunggu modal besar. Dari usaha kecil tersebut, perlahan berkembang menjadi lebih besar.

9. Investasi Adalah Kewajiban

Selain menabung, investasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan.

Instrumennya beragam, mulai dari properti, bisnis, hingga instrumen modern seperti reksa dana. Tujuannya jelas: menjaga nilai uang agar terus bertumbuh.

10. Mampu Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu kebiasaan penting adalah menunda pembelian.

Jika ingin membeli sesuatu, mereka cenderung menunggu beberapa waktu. Jika setelah itu masih dianggap penting, barulah dipertimbangkan.

Cara ini efektif menghindari pembelian impulsif.

11. Mencatat Keuangan Secara Rutin

Pencatatan sederhana menjadi alat kontrol yang sangat efektif.

Dengan mengetahui alur pemasukan dan pengeluaran, seseorang bisa lebih mudah mengevaluasi dan memperbaiki kondisi finansialnya.

12. Mengutamakan Keamanan Finansial

Hidup sederhana bukan berarti tidak mampu, melainkan pilihan untuk menciptakan rasa aman.

Kategori :