PBNU 2026 Jadi Sorotan, Gus Ibi Dorong Kiai Pesantren Pimpin NU

Jumat 15-05-2026,21:46 WIB
Reporter : Aswan
Editor : Arrahman

Ia menyebut kedekatan dengan pesantren menjadi faktor penting agar arah kebijakan PBNU nantinya tetap berfokus pada kepentingan umat dan penguatan tradisi keilmuan Islam ala NU.

Munculnya sejumlah nama tersebut pun mulai menjadi bahan diskusi di kalangan Nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang diperkirakan berlangsung penuh dinamika.

BACA JUGA:KH Ma’ruf Amin Dinilai Paling Layak Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Ini Alasannya

Tantangan NU di Era Disrupsi Teknologi

Sob, Gus Ibi juga mengingatkan bahwa NU saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya. Menurutnya, perubahan teknologi, krisis moral, hingga dinamika geopolitik global harus menjadi perhatian serius organisasi.

Ia menilai muktamar tidak boleh hanya menjadi arena persaingan elite organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut seharusnya menjadi ruang refleksi untuk menentukan arah NU lima tahun ke depan.

Dalam pandangannya, pemimpin NU mendatang harus memiliki roadmap yang jelas agar organisasi tetap relevan di tengah perubahan zaman. Hal itu penting supaya NU mampu terus menjadi penuntun umat sekaligus menjaga nilai keislaman moderat yang selama ini dikenal luas.

Gus Ibi juga mengajak warga Nahdliyin agar tidak terjebak dalam polarisasi sempit menjelang muktamar. Ia berharap seluruh elemen NU lebih mengedepankan diskusi tentang gagasan, program kerja, dan masa depan organisasi.

Menurutnya, jika publik hanya fokus pada perebutan figur tanpa membahas visi besar organisasi, maka NU berisiko menghadapi persoalan baru di masa mendatang.

BACA JUGA:Terungkap! Gus Yahya Disebut Akui Kesalahan, Konflik PBNU Masuki Babak Penentuan

Harapan Gus Milenial Progresif untuk NU

Sebagai kelompok yang mengatasnamakan kiai muda dan santri progresif, Gus Milenial Progresif berharap PBNU ke depan tetap mampu menjaga warisan para muasis NU.

Selain mempertahankan tradisi pesantren, organisasi juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah.

Harapan tersebut muncul karena NU dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan di Indonesia. Dengan jumlah warga yang besar, arah kebijakan PBNU dinilai akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat Islam di Tanah Air.

Muktamar ke-35 NU pun diprediksi menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Bagi Gus Ibi, kepemimpinan NU mendatang idealnya tidak hanya kuat secara simbolik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pesantren, santri, dan masyarakat luas.

Dengan begitu, NU diharapkan tetap menjadi organisasi Islam yang relevan, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi yang telah diwariskan para pendiri.

Kategori :