SEMARAKNEWS.CO.ID – Geliat ekonomi kreatif Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Produk-produk lokal berhasil menembus batas geografis dan memikat pasar global. Bukti nyatanya terlihat dari kolaborasi strategis PT Astra International Tbk dalam ajang MASA Singapore 2026.
Ajang bertajuk A Sight Into Indonesia's Golden Era ini menjadi panggung megah bagi lebih dari 100 jenama dan kreator tanah air. Mereka unjuk gigi di Takashimaya Shopping Centre, Singapura, pada 2-5 Juli 2026.
Dari kacamata psikologi konsumen, melihat produk lokal diakui di negara tetangga memicu rasa bangga dan kepercayaan diri kolektif. Hal ini sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
BACA JUGA:Astra Graduate Program Batch 15 Dibuka! Catat Syarat Lengkap dan Cara Daftarnya
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa partisipasi ini adalah wujud nyata filosofi Catur Dharma. Astra tidak hanya berbisnis, tetapi juga menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa. Mereka membawa produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat.
Melansir Semaraknews.co.id, kain tenun khas Sumba dari Desa Sejahtera Astra menjadi bintang utama. Tenun yang dikerjakan oleh para perempuan penenun binaan ini memikat perhatian pengunjung internasional. Berbagai produk UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA juga turut dipamerkan.
Kehadiran Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, menunjukkan keseriusan pemerintah mendukung ekspor kreatif. Bagi konsumen modern, nilai produk tidak lagi hanya diukur dari fungsinya, melainkan dari cerita dan dampak sosial di baliknya.
Kolaborasi dengan D'apoza dan Sepiring Indonesia semakin memperkaya keragaman budaya Nusantara yang ditampilkan di Singapura. Pendekatan ini secara psikologis mengubah persepsi konsumen internasional terhadap produk Indonesia, dari yang sekadar komoditas mentah menjadi karya seni bernilai tinggi.
Dampak dari pembinaan ini sungguh luar biasa. Hingga saat ini, Astra telah membina lebih dari 1.500 Desa Sejahtera di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 492 desa telah sukses menembus pasar ekspor dengan akumulasi nilai mencapai Rp411,7 miliar.
Produk yang diekspor pun sangat beragam, mulai dari komoditas pertanian, makanan olahan, hingga fesyen berbasis budaya lokal. Pemberdayaan ini secara langsung membuat masyarakat akar rumput mandiri secara finansial.
BACA JUGA:Prabowo dan Singapura Kompak Jaga Selat Malaka, Jalur Dagang Dunia Tak Boleh Ikut Lumpuh
Rangkaian acara akan berlanjut melalui Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza di Gardens by the Bay hingga 10 Agustus 2026. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas ini membuktikan bahwa kreativitas Indonesia memiliki daya saing global yang sangat menjanjikan dan patut diperhitungkan.