Istana Tak Gentar Muncul Kabinet Bayangan, Prabowo Kini Punya Penantang dari Kalangan Sipil

Selasa 21-07-2026,08:13 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Kemunculan Kabinet Bayangan sebagai tandingan Kabinet Merah Putih mulai mendapat respons dari Istana Kepresidenan. Inisiatif yang digagas koalisi masyarakat sipil itu diposisikan sebagai ruang untuk mengawasi sekaligus menyusun alternatif kebijakan di tengah sorotan terhadap lemahnya mekanisme pengawasan terhadap pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tidak menutup pintu terhadap keberadaan kabinet alternatif tersebut. Menurutnya, setiap masukan yang bertujuan memperbaiki jalannya pemerintahan akan dipelajari.

“Semua yang niatnya baik, semua yang ingin memberikan masukan yang baik kita tentu menerima dan selalu berterima kasih,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai hal terpenting bukan sekadar kritik, melainkan semangat konstruktif yang menyertainya. Ia kemudian mengibaratkan pemerintahan layaknya sebuah tim sepak bola yang membutuhkan kerja sama seluruh pemain agar mampu meraih hasil terbaik.

“Sebagaimana tim sepak bola, semua harus kompak, bekerja sama, bekerja keras satu sama lain. Itu saja belum tentu berakhir dengan kemenangan,” ujarnya.

Prasetyo lantas mengingatkan agar analogi tersebut tidak ditafsirkan ke arah lain.

“Kalau pertandingan sepak bola. Jangan diartikan macam-macam,” katanya.

Kabinet Bayangan Lahir dari Kekhawatiran Melemahnya Pengawasan

Kabinet Bayangan dibentuk oleh koalisi masyarakat sipil yang beranggotakan aktivis, akademikus, hingga para pakar dari berbagai bidang. Kehadirannya bukan untuk menggantikan pemerintahan yang sah, melainkan menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan berbasis kajian.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengatakan gagasan tersebut muncul karena mekanisme checks and balances terhadap pemerintah dinilai semakin melemah. Meski demikian, ia menegaskan kabinet ini tidak dibentuk untuk mengambil alih kekuasaan.

“Kabinet Bayangan adalah platform pengawasan dan penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti, bekerja pro bono, dan bersifat nonpartisan,” kata dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas itu dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Feri menjelaskan konsep yang digunakan mengacu pada kabinet zaken, yakni kabinet yang diisi oleh orang-orang berdasarkan kompetensi dan keahlian, bukan sebagai representasi partai politik.

Dari total 121 pendaftar dan 102 nama yang diusulkan jaringan masyarakat sipil, panelis akhirnya menetapkan 15 orang yang akan mengisi posisi menteri Kabinet Bayangan.

Menurut Feri, setiap anggota kabinet akan menjadi mitra pembanding langsung bagi menteri di Kabinet Merah Putih. Dengan begitu, setiap kebijakan pemerintah akan dikaji sesuai bidang masing-masing dan disertai alternatif solusi, bukan sekadar kritik tanpa tawaran kebijakan.

Daftar 15 Menteri Kabinet Bayangan

Kategori :