SEMARAKNEWS.CO.ID - Banyak pemilik rumah langsung menyapu area yang terkontaminasi tanpa menyadari risiko fatal saat membersihkan kotoran tikus yang mengintai di sudut ruangan.
Kebiasaan sepele ini justru menjadi pemicu utama masalah kesehatan pernapasan yang serius.
Debu serta partikel mikroskopis dari urine hewan pengerat akan beterbangan bebas ke udara saat disapu secara kasar. Partikel berbahaya ini kemudian sangat mudah terhirup masuk ke dalam paru-paru tanpa Anda sadari sama sekali.
BACA JUGA:Viral Tikus Cicipi Kue di Etalase Display, Pihak Manajemen Toko Pilih Tutup Sementara
Proses menghirup partikel mikroskopis tersebut merupakan jalur penularan utama virus Hantavirus yang mematikan.
Virus berbahaya ini dibawa secara alami oleh populasi tikus yang sering berkeliaran di pemukiman padat.
Penyebaran infeksi terjadi ketika cairan tubuh mengering, dan aktivitas membersihkan kotoran tikus dilakukan dengan metode yang salah.
Kesalahan teknik pembersihan justru meningkatkan risiko paparan virus secara signifikan pada seluruh anggota keluarga.
Perlu dipahami bahwa hewan pengerat ini sangat menyukai lingkungan lembap dan sudut ruangan yang kotor. Sisa makanan serta tumpukan barang bekas menjadi daya tarik utama bagi mereka untuk bersarang dengan nyaman.
BACA JUGA:TikTok Ikuti Jejak Facebook, Pengguna Indonesia Tertarik Layanan Tanpa Iklan
Jurnal Viruses edisi 2023 menegaskan bahwa sanitasi yang buruk memicu percepatan penyebaran virus secara masif. Oleh karena itu, protokol membersihkan kotoran tikus yang benar dan steril sangat krusial untuk diterapkan segera.
Agar terhindar dari ancaman penyakit fatal, ikuti panduan langkah demi langkah berikut ini saat membersihkan kotoran tikus di rumah:
Kenakan sarung tangan karet tebal sebelum menyentuh area yang terpapar kontaminasi. Semprotkan cairan disinfektan pada kotoran, lalu diamkan selama 5 menit penuh agar virus mati. Seka permukaan yang sudah basah menggunakan tisu sekali pakai hingga benar-benar bersih. Buang tisu bekas segera ke dalam tempat sampah yang memiliki penutup rapat dan aman. Pel seluruh permukaan rawan menggunakan cairan pembersih berbahan dasar disinfektan yang kuat. Cuci tangan dengan sabun antiseptik sambil tetap mengenakan sarung tangan tersebut di bagian luar. Lepaskan sarung tangan dengan hati-hati, lalu cuci kembali tangan menggunakan air hangat mengalir.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut merekomendasikan langkah serupa melalui kanal media sosial resminya. Panduan global ini dirancang untuk memastikan proses membersihkan kotoran tikus berjalan aman, higienis, dan efektif.
BACA JUGA:Menteri ESDM Buka Peluang Harga Pertamax Turun, Bahlil Lahadalia Berikan Kabar Baik
Menjaga kebersihan area rumah secara konsisten adalah kunci utama untuk tidak mengundang hewan pengerat datang kembali. Lingkungan yang steril dan terawat akan menjauhkan keluarga dari risiko fatal infeksi Hantavirus yang mengancam nyawa.