JAKARTA, Semaraknews.co.id — Lebih dari 50 orang meninggal dunia setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Namun, ketika korban masih berduka dan sejumlah wilayah belum pulih, Presiden Prabowo Subianto belum dipastikan bakal turun langsung ke lokasi bencana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana kunjungan Prabowo ke NTT masih menunggu perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah, kata dia, belum memutuskan apakah Presiden akan bertolak ke wilayah terdampak gempa.
“Nanti kita lihat situasinya. Para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa, lalu kita putuskan,” ucap Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Meski Prabowo belum tentu datang, sejumlah menteri sudah lebih dulu dikirim ke NTT. Prasetyo mengatakan Presiden telah memerintahkan para pembantunya untuk hadir dan memastikan penanganan bencana berjalan di wilayah terdampak.
Akibatnya, sejumlah pejabat negara bahkan tidak mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta. Mereka justru berada di NTT untuk menangani dampak gempa.
BACA JUGA:Kuliah Tanpa Biaya, Ini Cara Daftar dan Syarat KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026
Beberapa pejabat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
“Dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” tutur Prasetyo.
Gempa dengan magnitudo 7,7 itu terjadi pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Selain menelan korban jiwa, guncangan tersebut merusak permukiman warga, infrastruktur, serta berbagai sarana dan prasarana.
Pemerintah pun harus membagi perhatian di tengah momentum perayaan kemerdekaan. Di satu sisi, Istana menggelar upacara HUT RI ke-81. Di sisi lain, di Flores, warga sedang menghadapi rumah rusak, kehilangan keluarga, dan dampak bencana yang belum selesai.
Prasetyo memastikan pemerintah tetap akan menangani para korban meski Indonesia sedang merayakan hari kemerdekaan. Kalimatnya terdengar sederhana, tetapi justru di situlah ujian negara sebenarnya berada, sebab kemerdekaan mestinya tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera.
BACA JUGA:81 Tahun Merdeka tapi Rakyat Masih Susah, BEM UI Mau Demo Rebut Kemerdekaan di Bundaran HI Besok
“Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan baik,” ujarnya.
Kini pertanyaannya tinggal satu, kapan Presiden turun langsung ke NTT. Sebab ketika lebih dari 50 nyawa sudah melayang, yang ditunggu korban bukan sekadar rombongan menteri, melainkan kepastian bahwa negara benar-benar hadir ketika mereka sedang paling membutuhkan.