Mahasiswa juga mendesak pemerintah menghentikan pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan. Tak berhenti di situ, BEM UI menyatakan penolakannya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka anggap bermasalah.
“Kami juga menyatakan muak dan menuntut evaluasi total proyek strategis nasional serta hentikan MBG dan KDMP,” kata Yatalathof.
Jadi, ketika mahasiswa bertanya soal kemerdekaan sehari setelah Indonesia merayakannya, yang mereka temui bukan ruang kosong untuk berpendapat. Yang berdiri di depan mereka justru barisan aparat, pagar tinggi, dan mobil komando. Barangkali inilah versi paling ironis dari sebuah perayaan kemerdekaan, mahasiswa diminta bicara tentang kebebasan sambil terlebih dahulu diberi tahu sampai sejauh mana mereka boleh berjalan.