PJJ Mulai Berlaku 7 September Dampak Erupsi Anak Krakatau, Program MBG Berhenti Menunggu Kondisi Daerah

Senin 07-09-2026,10:54 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMERAKNEWS.CO.ID - Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mendorong sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada saat yang sama, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan terdampak dihentikan sementara.

Keputusan itu diambil sebagai langkah mitigasi untuk melindungi peserta didik, guru, dan warga sekolah dari dampak aktivitas vulkanik serta paparan abu. PJJ mulai diberlakukan pada Senin, 7 September 2026, dengan lama pelaksanaan yang tidak seragam karena mengikuti keadaan lapangan dan kebijakan pemerintah daerah.

BACA JUGA:Vonis TNI Pelaku Siram Air Keras Andrie Yunus Dipangkas, Pemecatan Ikut Menguap?

Kebijakan PJJ akibat abu vulkanik berlaku di wilayah yang dinilai membutuhkan pembelajaran tanpa tatap muka. Dengan demikian, sekolah tidak serta-merta menjalankan durasi yang sama. Pemerintah daerah akan menyesuaikan penerapan berdasarkan perkembangan sebaran abu dan kondisi keselamatan di masing-masing daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya melaporkan adanya satuan pendidikan yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dalam kondisi tersebut, pembelajaran daring menjadi pilihan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa menambah risiko paparan bagi siswa dan tenaga kependidikan.

Di Jakarta, pembelajaran mulai diarahkan secara daring sesuai aturan pemerintah daerah. Artinya, keluarga perlu mengikuti pengumuman resmi sekolah dan pemerintah setempat, bukan hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.

BACA JUGA:Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemrov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok!

Penyesuaian juga dilakukan terhadap Program MBG. Badan Gizi Nasional menata ulang operasional program tersebut di daerah terdampak. Karena kegiatan belajar tatap muka ditiadakan, makanan bagi penerima manfaat di satuan pendidikan untuk sementara tidak disalurkan melalui skema sekolah seperti biasa.

Penghentian itu bersifat sementara dan berkaitan langsung dengan status pembelajaran. Pelaksanaannya akan mengikuti perkembangan situasi di lapangan serta keputusan pemerintah daerah. Masyarakat diminta memantau informasi resmi mengenai jadwal sekolah, durasi PJJ, dan pembukaan kembali layanan MBG.

Pemantauan keadaan sekolah tetap penting karena paparan abu tidak selalu sama di setiap wilayah. Orang tua dapat berkoordinasi dengan wali kelas mengenai tugas, jadwal, dan kebutuhan belajar selama PJJ. Dengan cara itu, keselamatan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan keberlanjutan pembelajaran siswa.

BACA JUGA:Rp6 Juta Sehari Bikin Gaduh, BGN Akhirnya Mau Ubah Skema Insentif Dapur SPPG

Sekolah juga perlu memastikan siswa tetap menerima informasi pembelajaran yang jelas selama masa PJJ. Perubahan jadwal dan layanan akan diumumkan melalui kanal resmi.

Kategori :