Gempa, Erupsi, Kebakaran Mengepung Indonesia, Prabowo Wacanakan BMKG dan Badan Geologi Disatukan

Senin 07-09-2026,14:44 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Indonesia belakangan seperti sedang diuji kesabarannya oleh alam. Gempa bumi, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan dan lahan, hingga kabut asap datang silih berganti. Di tengah rentetan bencana tersebut, Presiden Prabowo Subianto mulai melempar wacana untuk menyatukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi yang selama ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wacana tersebut muncul dalam rapat terbatas membahas perkembangan penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Dalam rapat itu, Prabowo meminta Kepala Badan Geologi Lana Saria mempererat koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi bersamaan.

“Nanti kita pikirkan, apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi nanti kita bahas itu,” kata Prabowo.

Belum ada penjelasan lebih jauh mengenai seperti apa bentuk penyatuan kedua lembaga tersebut. Apakah benar-benar dilebur, diintegrasikan, atau sekadar memperkuat koordinasi, semuanya masih sebatas wacana yang dilempar Presiden dalam rapat tersebut.

Yang jelas, Prabowo sedang melihat Indonesia dalam situasi kebencanaan yang cukup sibuk. Beberapa kejadian datang nyaris bersamaan, mulai dari gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, sampai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Saya hanya ingin memantau bagaimana perkembangannya sekaligus mendengar situasi yang terkini,” ucap Prabowo.

Presiden mengatakan berbagai bencana tersebut menjadi persoalan yang harus ditangani secara bersamaan. Gempa Flores belum selesai menjadi perhatian, aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap harus dipantau, sementara kebakaran hutan dan kabut asap juga masih menjadi pekerjaan rumah.

BACA JUGA:WhatsApp Hentikan Dukungan Android Lama, Cek HP yang Beresiko tidak Dapat Menggunakan Aplikasi Ini

“Ini adalah takdir kita sebagai negara yang berada di lingkaran api, Cincin Api,” ujar Prabowo.

Istilah Cincin Api memang sudah lama menjadi semacam kartu nama geografis Indonesia. Negeri ini berdiri di kawasan yang dipenuhi aktivitas tektonik dan gunung berapi. Masalahnya, hidup di Cincin Api tentu tidak cukup hanya dengan menerima takdir. Pemerintah tetap harus punya sistem mitigasi yang mumpuni supaya setiap bencana tidak selalu berujung pada kepanikan dan kerugian besar.

Karena itu, Prabowo juga membuka kemungkinan menambah anggaran untuk mitigasi bencana. Menurut dia, rentetan bencana yang terjadi semestinya tidak berhenti sebagai daftar kejadian di laporan pemerintah, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapsiagaan negara.

“Berarti mungkin ini juga menjadi pelajaran bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, bahwa alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Prabowo.

Dengan begitu, selain membahas kemungkinan menyatukan BMKG dan Badan Geologi, pemerintah juga menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar. Sebab kalau bencana datang bertubi-tubi, negara tidak bisa terus-terusan berharap alam sedang bercanda.

Kategori :