Jangan Langsung Salahkan Asam Lambung, Ini Gejalanya Pemicu Mulas di Pagi Hari

Kamis 10-09-2026,08:44 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMARAKNEWS.CO.ID - Perut mulas saat pagi hari tidak selalu muncul tanpa sebab. Makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelumnya dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan dan membuat rasa tidak nyaman datang ketika seseorang baru memulai aktivitas.

Respons tubuh terhadap makanan tentu berbeda. Menu yang aman bagi satu orang belum tentu memberikan efek serupa pada orang lain. Karena itu, pola konsumsi dan waktu munculnya keluhan perlu diperhatikan, terutama bila perut mulas berulang.

BACA JUGA:Tidur Tidak Nyenyak? Kenali Tanda Insomnia dan 5 Cara Mengatasinya Secara Alami

Salah satu pemicu yang patut dicermati adalah makanan tinggi lemak. Alpukat, keju, dan kacang-kacangan memang mengandung nutrisi, tetapi lemak dapat memperlambat pengosongan lambung. Pada sebagian orang, proses tersebut diikuti rasa penuh, tidak nyaman, atau perut mulas.

Makanan pedas juga kerap menjadi pemicu. Capsaicin, senyawa yang menghasilkan sensasi pedas, dapat memengaruhi saluran pencernaan. Keluhannya bisa lebih terasa ketika makanan pedas dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat tubuh memang sensitif terhadap jenis makanan tersebut.

Kopi menjadi minuman lain yang perlu diperhatikan. Kafein dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan sehingga sebagian orang lebih cepat ingin buang air besar setelah meminumnya. Efek ini sering terasa ketika kopi diminum pada pagi hari sebelum beraktivitas.

BACA JUGA:Bongkar Rahasia Resep Sosis Wortel: Trik Jitu Bikin Sang Buah Hati Lahap Makan Sayur

Susu juga bisa menimbulkan gangguan pada orang tertentu. Intoleransi laktosa membuat tubuh kesulitan mencerna gula alami dalam susu, sehingga keluhan pencernaan dapat muncul. Materi sumber juga menyebut susu murni sebagai salah satu hal yang dapat berkaitan dengan peningkatan asam lambung dan sensasi mulas.

Bila keluhan terus berulang, catat makanan yang dikonsumsi dan waktu munculnya gejala. Membatasi makanan pedas atau minuman tertentu dapat menjadi langkah awal, tetapi nyeri yang menetap, berat, atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.

Pencatatan sederhana membantu membedakan pemicu yang benar-benar berkaitan dengan keluhan. Jangan langsung menghapus seluruh kelompok makanan dari menu tanpa alasan yang jelas, karena kebutuhan nutrisi setiap orang tetap perlu dipenuhi secara seimbang.

BACA JUGA:5 Kebiasaan yang Bisa Menjaga Asam Lambung Tetap Stabil, Bukan Cuma Soal Makan

Perhatian juga perlu diberikan pada porsi dan waktu konsumsi. Makanan yang biasanya dapat ditoleransi tetap berpotensi menimbulkan keluhan jika disantap berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur. Dengan begitu, kebiasaan sarapan dan minum dapat dievaluasi tanpa menimbulkan kesimpulan tergesa-gesa.

Kategori :