TPA Indonesia Jadi Bom Metana, 312 Tempat Sampah Masih Open Dumping, Walhi Bongkar Ancaman Kebakaran

Sabtu 12-09-2026,14:25 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Paparan asap secara berulang dapat memicu gangguan pernapasan akut dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dalam jangka panjang, paparan tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Karena itu, Walhi mendesak Kementerian Lingkungan Hidup segera membenahi tata kelola sampah nasional. Organisasi lingkungan tersebut kembali mendorong transformasi sistem open dumping menuju controlled landfill, sebelum secara bertahap beralih ke sanitary landfill.

Namun, pembenahan TPA saja tidak cukup. Menurut Wahyu, langkah paling penting justru harus dimulai dari sumber sampah, yakni menghentikan aliran sampah organik menuju TPA melalui pemilahan dari rumah tangga, pengomposan, hingga pengembangan budidaya maggot di tingkat rumah tangga dan kecamatan.

“Sekitar 61 persen emisi metana TPA berasal dari sampah organik, yang sebenarnya dapat dicegah sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir,” ujarnya.

Di tengah kritik tersebut, pemerintah juga mulai mendorong kesiapsiagaan menghadapi kebakaran TPA. Ketika meninjau lokasi kebakaran TPA Galuga di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 8 September 2026, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meminta para kepala daerah segera menjalankan ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem.

“Kami mohon, KLH sudah mengeluarkan surat edaran untuk kepala daerah dan dinas LH untuk menjabarkan apa saja yang perlu dilakukan pada masa El Niño, supaya kebakaran TPA ini tidak terjadi lagi,” tuturnya, dikutip dari keterangan resmi KLH.

Surat edaran boleh diterbitkan, imbauan boleh disampaikan. Namun, selama ratusan TPA masih mengandalkan sistem buang-tumpuk-bakar, persoalan sampah akan terus berulang. Pemerintah perlu memastikan perubahan tata kelola benar-benar terjadi, bukan hanya sibuk memadamkan api ketika musim kemarau datang.

Kategori :

Terpopuler