Padat Wisatawan, Shibuya Destinasi Favorit Turis Dihadapkan Masalah Sampah, Jepang Mulai Bertindak

Rabu 16-09-2026,16:25 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMERAKNEWS.CO.ID – Pemerintah Distrik Shibuya, Tokyo, memperketat pengawasan pembuangan sampah seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. Kawasan yang dikenal melalui Shibuya Scramble, patung Hachiko, dan Pokemon Center itu kini memasang pengingat khusus agar pengunjung tidak keliru menggunakan tempat sampah daur ulang.

Kampanye kebersihan diluncurkan pada 1 September 2026 melalui kerja sama pemerintah distrik dan Japan Soft Drink Association. Fokusnya ialah mengarahkan pengunjung menggunakan tempat sampah yang berada di dekat mesin penjual otomatis sesuai jenis sampah yang diperbolehkan.

BACA JUGA:Robot Unitree China Makin Gesit, Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter, Benarkah Bisa Menyamai Atlet Dunia?

Wadah tersebut hanya ditujukan bagi kemasan minuman kosong, seperti botol PET, botol kaca, dan kaleng. Gelas plastik tidak boleh dimasukkan karena bentuknya dapat menyumbat lubang tempat sampah. Larangan itu juga berlaku bagi gelas minuman ringan atau smoothie yang dibeli dari minimarket.

Kantong plastik, baterai ponsel, dan puntung rokok juga tidak boleh dibuang ke tempat sampah daur ulang tersebut. Pemerintah Shibuya bahkan mengingatkan bahwa memasukkan puntung rokok atau sampah lain ke dalam botol plastik sebelum membuangnya tetap merupakan tindakan yang dilarang.

Pesan mengenai aturan itu ditampilkan dalam bahasa Jepang dan Inggris. Poster dipasang di area merokok dan sekitar kompleks hiburan Miyashita Park. Pemerintah juga menyiapkan video pengingat di sekitar Stasiun Shibuya serta berencana menambah materi berbahasa China dan Korea

BACA JUGA:Kereta Maglev Eksperimental China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik, Apa Rahasianya?

Pengetatan aturan dilakukan setelah Shibuya mengubah peraturan daerah. Perubahan tersebut mencakup penambahan tempat sampah umum dan penerapan denda bagi orang yang membuang sampah sembarangan. Denda mulai diberlakukan pada musim panas 2026.

Popularitas Shibuya membuat kawasan itu semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Selain persimpangan ikonik, pengunjung tertarik pada pusat perbelanjaan, restoran, bar, klub, serta lokasi budaya populer. Kepadatan wisatawan ikut meningkatkan kebutuhan terhadap pengelolaan sampah yang lebih tertib.

Pemerintah berharap aturan tersebut membuat wisatawan dan warga lebih bertanggung jawab. Bagi pengunjung, memahami jenis sampah dan lokasi pembuangan menjadi bagian penting dari etika berwisata di Tokyo.

BACA JUGA:Misi Rahasia PT. Astra Internasional Tbk Bawa Karya Lokal Indonesia ke Flower Dome Singapura

Aturan tersebut penting dipahami karena tidak semua lokasi ramai di Shibuya memiliki tempat sampah dalam jumlah banyak. Wisatawan dianjurkan membawa sampah sampai menemukan wadah yang sesuai atau menanyakan lokasi pembuangan kepada petugas. Kebiasaan itu membantu menjaga ruang publik tanpa mencampur limbah yang seharusnya diproses secara berbeda.

Kategori :