SEMERAKNEWS.CO.ID – LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 16 September 2026. Jalur baru tersebut ditargetkan melayani sekitar 80 ribu penumpang setiap hari dan menjadi bagian dari penguatan transportasi publik terintegrasi di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut lintasan LRT itu memiliki panjang 12,2 kilometer. Proyek tersebut dibangun PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, badan usaha milik daerah DKI Jakarta, dengan menggunakan dana APBD. Nilai investasinya mencapai Rp12,1 triliun.
Dalam satu rangkaian kereta, LRT dapat menampung sekitar 270 penumpang. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah berharap jalur Kelapa Gading–Manggarai mampu menambah pilihan perjalanan bagi warga yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau moda transportasi lain.
Pramono mengatakan pengembangan LRT merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat konektivitas. Menurut dia, tingkat keterhubungan transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Penggunaan transportasi publik juga disebut meningkat sekitar 15 persen setiap tahun dalam dua tahun terakhir.
Ia mengakui kemacetan masih menjadi persoalan di Jakarta. Namun, peningkatan penggunaan angkutan umum dinilai menunjukkan bahwa masyarakat mulai memperoleh akses perjalanan yang lebih mudah dan beragam. LRT diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan mobilitas tersebut.
Pemerintah DKI juga menyiapkan pengembangan jaringan berikutnya. Jalur LRT direncanakan dilanjutkan dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium. Selain itu, terdapat rencana menghubungkan jalur dari Velodrome dengan koneksi menuju kereta cepat Whoosh
Pada masa awal peresmian, tarif LRT Jakarta disebut digratiskan atau hampir gratis selama delapan hari. Kebijakan itu diharapkan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal rute, stasiun, dan pola perjalanan sebelum layanan beroperasi penuh.
Keberhasilan jalur baru akan diukur melalui jumlah penumpang, ketepatan layanan, dan kemudahan perpindahan ke moda lain. Target 80 ribu penumpang per hari menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam menilai manfaat LRT Kelapa Gading–Manggarai.
BACA JUGA:Waspada! BPBD Petakan Zona Longsor Jakarta Selatan, 7 Wilayah Ini Masuk Zona Gerakan Tanah
Rute ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, meski dampaknya baru dapat terlihat setelah layanan berjalan dan terhubung dengan moda lain. Integrasi jadwal, akses menuju stasiun, serta informasi perjalanan akan menjadi faktor penting agar target penumpang tidak hanya tercapai pada masa promosi awal.