JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Menteri Keuangan Suahasil Nazara kembali merombak susunan pejabat eselon II dan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Keuangan. Sejumlah pejabat juga digeser untuk mengisi posisi strategis di Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK.
"Pada hari ini ada promosi, ada juga mutasi," kata Suahasil di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 21 September 2026.
Pelantikan kali ini sebenarnya bukan episode yang berdiri sendiri. Suahasil mengatakan agenda tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dan sejumlah jabatan lain di Kementerian Keuangan yang sebelumnya sudah berjalan.
Ia menjelaskan, ada usulan untuk kembali menggelar pelantikan karena beberapa pejabat berhalangan hadir dalam agenda sebelumnya. Jadi, kalau ada yang mengira semua kursi pejabat Kemenkeu baru hari ini dipindah-pindah, ceritanya tidak sesederhana itu.
"Yang sudah dilantik sebelumnya itu resmi, sah menjalankan tugas dan jabatannya masing-masing karena telah dilantik, ditetapkan, dilantik, dan berjalan," ujarnya.
Suahasil mengatakan proses mutasi dan promosi tersebut merupakan tahap lanjutan dari pengisian jabatan yang dibahas Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan bersama pimpinan unit eselon I Kementerian Keuangan.
BACA JUGA:Utang Krisis 1998 Akhirnya Lunas, Rp58 Triliun Surplus BI Dipakai Bayar BLBI
Menurut dia, proses berjenjang tersebut diperlukan untuk menjaga sistem merit di lingkungan Kementerian Keuangan. Kinerja dan karakteristik setiap pegawai menjadi bahan pertimbangan sebelum mereka masuk dalam kandidat talent management.
Dengan kata lain, kursi jabatan tidak semestinya sekadar perkara siapa yang sedang punya nama atau siapa yang kebetulan sedang dekat dengan meja pimpinan. Ada proses penilaian yang diklaim harus berjalan secara berjenjang dan terukur.
"Sehingga kita bisa betul-betul memilih pejabat-pejabat yang akan menempati jabatan melalui proses mutasi maupun promosi yang berjalan secara sehat, kredibel, dan yang paling penting adalah dipahami oleh seluruh pejabat," tuturnya.
Secara umum, Suahasil menyebut perombakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan organisasi. Khusus pejabat baru Direktorat Jenderal Pajak, ia meminta mereka mampu membaca perkembangan ekonomi Indonesia, memahami perilaku wajib pajak, lalu menerjemahkan informasi tersebut menjadi keputusan yang tepat.
Untuk jajaran baru Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pekerjaan rumahnya tidak kalah besar. Suahasil meminta pengawasan diperkuat dengan pendekatan berbasis risiko, kemampuan membaca pola, serta langkah pencegahan sebelum pelanggaran terjadi.
"Karena itu kita mengurangi nantinya kegiatan-kegiatan ilegal yang tidak perlu," ujarnya.
BACA JUGA:KA 2026 Ganti Skala Nilai, Angka 800 Tak Lagi Berarti 80 Persen
Sementara bagi pejabat baru Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Suahasil menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara lebih presisi. Belanja negara diharapkan dapat hadir pada waktu yang tepat, menjaga momentum ekonomi, sekaligus memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Adapun pejabat baru di Sekretariat KSSK diminta tidak berhenti pada pekerjaan administratif sebagai penyelenggara forum. Mereka dituntut memantau kondisi ekonomi, membaca risiko, menghubungkan informasi antarlembaga, menyiapkan peringatan dini, serta memastikan hasil rapat benar-benar ditindaklanjuti dan dimonitor.
"Bukan hanya sekadar menjadi penyelenggara rapat, tetapi menjadi betul-betul penggerak koordinasi," tutur Suahasil.
Berikut daftar pejabat yang dilantik
1. Pejabat Ex-Officio Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Herman Saheruddin
2. Pejabat Ex-Officio Direktur Asesmen Pasar Keuangan, Sistem Pembayaran, dan Lembaga Keuangan Lainnya, Ayu Sukorini
3. Sekretaris Pengadilan Pajak, Teddy Suhartadi Permadi
4. Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak, Bismar Fahlerie
5. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, Panca Putra Jaya
6. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Evy Mulyani
7. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, Agus Amiwijaya
8. Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi, Estty Purwadiani Hidayatie
9. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku, Adhang Noegroho Adhi
10. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Galih Elham Setiawan
11. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan, Agung Krisdiyanto
12. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta, Sekti Widihartanto
13. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Ihsan Priyawibawa
14. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua, Papua Barat, dan Maluku, Ani Natalia