SEMERAKNEWS.CO.ID – Perawatan anti-aging asal Korea Selatan yang ramai dibicarakan di media sosial menggunakan processed human dermal matrix atau matriks dermis manusia yang telah diproses. Produk yang disebut dalam laporan ialah Elravie Re2O, yang bahan dasarnya berasal dari jaringan kulit donor yang telah meninggal.
Menurut penjelasan dokter yang dikutip, donor telah memberikan persetujuan untuk penggunaan jaringannya. Sel dan materi genetik donor dihilangkan untuk mengurangi risiko penolakan sistem imun serta reaksi alergi.
Protein struktural seperti kolagen dan elastin kemudian dipertahankan. Jaringan tersebut dimurnikan dan disterilkan sebelum diproses menjadi partikel sangat kecil yang dapat digunakan melalui injeksi.
BACA JUGA:Dokter Beri Isyarat Pengidap Diabetes Masih Boleh Makan Nasi Putih, Asalkan dengan Porsi Terukur
Dokter kulit sekaligus kepala DoD Dermatology Clinic di Seoul, Kim Han-saem, menjelaskan istilah processed human dermal matrix lebih tepat dibandingkan menyebut produk itu sebagai kolagen dari tubuh orang yang telah meninggal.
Perawatan tersebut dikaitkan dengan laporan perbaikan kepadatan dan elastisitas kulit, kerutan, pori-pori, serta hidrasi. Dr Taylor-Davies menyebut hasil itu menunjukkan kemungkinan kulit menjadi lebih halus, kencang, dan terhidrasi.
Namun, bukti yang dirujuk masih memiliki keterbatasan. Studi berlangsung selama 20 minggu dan melibatkan jumlah peserta yang relatif sedikit. Selain itu, peneliti disebut terlibat dalam pengembangan produk.
BACA JUGA:Jangan Asal Layering Skincare, Tiga Kombinasi Bahan Ini Bisa Fatal Buat Kulit
Keterbatasan tersebut membuat hasil awal tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa perawatan pasti efektif atau aman untuk semua orang. Konsumen perlu memahami bahan, prosedur, izin, risiko, dan kualifikasi tenaga medis sebelum menjalani injeksi.
Perbedaan antara bahan kosmetik biasa dan matriks jaringan manusia juga perlu dijelaskan secara transparan. Informasi mengenai sumber donor, proses sterilisasi, penyimpanan, serta pengawasan regulator menjadi bagian penting dalam menilai keamanan produk.
Karena artikel sumber tidak menyajikan rincian metodologi lengkap atau verifikasi independen tambahan, klaim manfaat sebaiknya dibaca secara hati-hati. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu calon pengguna menilai apakah prosedur sesuai dengan kondisi mereka.
BACA JUGA:Diana Pungky Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 50-an, Pemeran Jinny oh Jinny Sampaikan Rahasia nya
Calon pengguna juga perlu membedakan promosi produk dari bukti klinis yang telah ditinjau secara luas. Prosedur injeksi memiliki risiko tersendiri, termasuk infeksi atau reaksi yang tidak sesuai harapan. Keputusan perawatan sebaiknya dibuat setelah memperoleh penjelasan lengkap dari dokter yang berwenang.