SEMARAKNEWS.CO.ID - Timnas Indonesia akan mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan melawan Singapura pada Jumat, 25 September 2026. Pertandingan Grup A tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK ), Jakarta.
Sebagai tuan rumah, Indonesia membawa target menjadi juara. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk memperlihatkan perkembangan mereka di tingkat regional. Namun, status tuan rumah menghadirkan tanggung jawab sekaligus ekspektasi dari publik yang mendukung langsung di SUGBK.
Kevin Diks meminta tim tidak melompat terlalu jauh dalam memikirkan agenda turnamen. Bek yang dipercaya sebagai kapten Timnas Indonesia itu menilai semua peserta memiliki kualitas pemain dan pengalaman untuk menghadirkan pertandingan kompetitif.
“Saya pikir semuanya merupakan tim yang bagus. Jadi, kami akan menghadapi pertandingan-pertandingan yang kompetitif,” kata Kevin Diks, Rabu, 23 September 2026.
Karena itu, ia mengajak rekan-rekannya menjalani turnamen secara bertahap. Singapura menjadi tugas pertama sebelum perhatian dialihkan kepada pertandingan berikutnya di Grup A.
“Kami fokus, tetapi kami akan menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan dan sekarang fokus kami adalah pertandingan pertama (melawan Singapura),” ujar Kevin Diks.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, juga menyampaikan keyakinan terhadap skuad yang tersedia. “Menurut saya, kami sangat optimistis (juara FIFA ASEAN Cup 2026). Sebagai sebuah tim, kami yakin dengan kemampuan kami,” kata John Herdman.
Indonesia berada di Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Singapura menjadi lawan pertama pada 25 September 2026, sedangkan Malaysia serta Bangladesh melengkapi persaingan grup. Rangkaian lawan itu membuat setiap laga fase grup penting untuk dijalani dengan perhatian penuh, tanpa mengabaikan target yang telah dipasang.
Dukungan publik di Jakarta diharapkan memberi energi tambahan kepada skuad Garuda saat tampil di kandang. Di sisi lain, tekanan untuk memenuhi ekspektasi sebagai tuan rumah juga melekat pada pertandingan pembuka. Kevin menempatkan pertandingan melawan Singapura sebagai langkah awal untuk membuktikan ambisi tersebut.
Ambisi juara tersebut sekaligus menjadi upaya memperbaiki hasil setelah Indonesia sebelumnya gagal mendapatkan gelar di Piala AFF 2026. Sumber tidak mencantumkan skor atau hasil laga Indonesia-Singapura karena pertandingan masih dijadwalkan berlangsung. Fokus yang disampaikan Kevin Diks tetap diarahkan pada satu pertandingan terlebih dahulu.