Galodo Solok Telan Korban, 1 Orang Masih Hilang, BNPB Kejar Korban di Tengah Lumpur dan Batu

Jumat 25-09-2026,09:45 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Bencana banjir bandang atau galodo menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tiga hari setelah kejadian, pemerintah masih punya satu pekerjaan yang belum selesai, mencari seorang warga yang hingga kini belum ditemukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan pencarian korban hilang menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat. Pernyataan itu disampaikan setelah ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau lokasi terdampak pada Kamis, 24 September 2026.

“Yang paling utama sekarang adalah pencarian satu korban yang masih belum ditemukan,” kata Suharyanto dalam keterangan resminya.

Galodo menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 19.45 WIB. Bencana bermula dari longsor di bukit bagian hulu Sungai Batang Laso yang kemudian membawa pasir, batu, lumpur dan air ke kawasan di bawahnya.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari menjadi pemicu bencana. Material longsoran kemudian meluncur dan menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok hingga meluber ke badan Jalan Raya Solok-Padang.

Data sementara per 24 September 2026 mencatat satu orang meninggal dunia dan satu lainnya masih hilang. Seorang warga mengalami luka berat, sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan.

Bencana tersebut juga memaksa 474 warga mengungsi. Sebanyak 39 orang berada di rumah dinas Wakil Bupati Solok, 17 orang di rumah dinas Bupati Solok, tujuh orang di Rumah Ladang, sedangkan 410 lainnya memilih mengungsi secara mandiri.

BACA JUGA:Jangan Panik Suka Ngomong di Depan Cermin! 5 Tipe Kepribadian Ini Justru Punya Cara Unik Melatih Pikiran

Kerusakan fisik juga cukup luas. Pendataan sementara mencatat 11 rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang dan 32 rumah rusak ringan. Dua kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat dan delapan lainnya rusak ringan.

Galodo turut menghantam kios atau toko dengan luas terdampak mencapai 300 meter persegi, satu rumah ibadah, lima ruas jalan dan dua jembatan. Lumpur dan batu yang dibawa banjir bandang membuat sejumlah fasilitas publik ikut lumpuh.

Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari. Status tersebut berlaku sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Solok.

Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian bergerak maksimal. Pemerintah juga diminta mempercepat pendataan warga terdampak, pengungsi, kerusakan rumah hingga fasilitas umum.

“Semua yang berkaitan dengan tanggap darurat, masyarakat yang mengungsi, kemudian pendataan kondisi korban itu harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tim Reaksi Cepat, TNI-Polri, perangkat nagari dan unsur terkait masih berjibaku di lapangan. Mereka melakukan pencarian korban, evakuasi, asesmen hingga pendataan dampak bencana.

BACA JUGA:Agar Tetap Aman Naik Transportasi Online Malam Hari, Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Perjalanan Anda Aman

Kategori :