Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian mengingatkan bahwa kecerdasan seorang intelektual semestinya berjalan bersama kejujuran. Menurut dia, seorang cendekiawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan sesuatu secara jujur.
“Saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, kejujuran intelektual,” ucap Prabowo.
Kini, beberapa hari setelah istilah “goblok” dilemparkan kepada sebagian pakar, Prabowo kembali duduk bersama para akademikus untuk meminta jawaban ilmiah mengenai kebakaran gambut. Setidaknya dari dua pernyataan itu terlihat satu hal, hubungan Prabowo dengan para pakar tampaknya bukan perkara sederhana antara hormat atau tidak hormat. Masalahnya lebih pada pakar seperti apa yang pendapatnya ingin ia dengar.