Rusia Diguncang Wabah Misterius Setelah Insiden Laboratorium,197 Orang Masuk Pengawasan

Kamis 08-10-2026,16:41 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMARAKNEWS.CO.ID - Wabah misterius mengguncang Shelekhov, kota di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, setelah seorang pekerja Institut Penelitian Anti-Wabah meninggal karena pneumonia parah yang penyebabnya belum diketahui. Perempuan itu berusia 28 tahun dan wafat pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Kasus ini terjadi setelah korban dilaporkan memberi tahu tenaga medis bahwa dirinya tidak sengaja memecahkan tabung reaksi berisi material biologis hidup saat bekerja di laboratorium. Kondisinya memburuk cepat hingga membutuhkan ventilator, sebelum akhirnya meninggal. Laporan tentang kasus tersebut dikutip dari India TV.

BACA JUGA:MK Mentahkan Gugatan Ijazah Gibran, Tapi Ada Catatan yang Bikin Perkara Makin Menarik

Peristiwa itu mendorong pengawasan terhadap sedikitnya 197 orang yang diyakini melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan korban. Lebih dari 100 di antaranya menjalani pemantauan di rumah sakit. Rumah Sakit Distrik Shelekhov juga dikarantina, sedangkan fasilitas persalinan di dekat lokasi dilaporkan mendapat pembatasan.

Badan pengawas kesehatan dan perlindungan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan langkah sanitasi serta antiepidemi darurat telah diaktifkan. Meski demikian, lembaga itu menyebut situasi epidemiologis di Irkutsk masih stabil. Kontak dekat yang telah diidentifikasi berada dalam pengawasan medis, belum menunjukkan tanda penyakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka dilaporkan negatif.

BACA JUGA:Sembilan Hakim MK Dilaporkan Gara-gara Sidang Ijazah Gibran, Ada Dugaan Iming-iming Uang

Sejumlah laporan media mengaitkan kasus ini dengan kemungkinan paparan Yersinia pestis, bakteri penyebab pes, serta dugaan pes pneumonik. Jenis pes tersebut menyerang paru-paru dan berbeda dari pes bubonik. Pes pneumonik dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan; gejala yang disebut dalam sumber antara lain demam mendadak, sakit kepala, lemas, sesak napas, nyeri dada, serta batuk yang dalam kondisi tertentu disertai lendir atau darah.

Namun, otoritas Rusia belum mengonfirmasi bahwa korban meninggal akibat pes pneumonik. Rospotrebnadzor masih menyebutnya pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui. Gubernur Irkutsk Igor Kobzev meminta masyarakat tetap tenang. Ia menyatakan komisi antiepidemi darurat telah bersidang dan pencegahan dijalankan. Kobzev tidak menyebut penyakit itu sebagai pes.

BACA JUGA:Orang Terkaya Asia Zhang Yiming Tembus Rp1.882 Triliun, TikTok Bukan Satu-satunya Ada ,Peran ByteDance serta AI

Rangkaian kasus ini mengingatkan pada awal pandemi COVID-19 di Wuhan, China, ketika pneumonia berpenyebab belum jelas memicu kekhawatiran penularan. Namun, sumber menyatakan belum ada bukti pandemi baru atau “COVID jilid 2”, penularan luas, maupun patogen yang pasti. Orang-orang yang dipantau juga dilaporkan masih dalam kondisi baik.

Kategori :