Jepang Uji Kualitas Tidur Lewat Kompetisi di Pusat Kota, Hadiah Utamanya Capai Ratusan Juta

Kamis 08-10-2026,12:13 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

 

SEMARAKNEWS.CO.ID - Jepang menggelar kompetisi yang tidak biasa: lomba tidur dengan hadiah utama lebih dari 2 juta yen atau sekitar Rp 225 juta. Dalam ajang bernama “Matt Race” ini, peserta dinilai dari kecepatan terlelap sekaligus lelapnya tidur.

 

Perlombaan tersebut digelar di Tokyo oleh perusahaan kasur Koala Sleep Japan. Para peserta berbaring di atas kasur dalam ruangan dengan pencahayaan redup. Mereka mengenakan perangkat pemantau yang terpasang di kepala untuk mengukur aktivitas dan kondisi tidur selama kompetisi.

BACA JUGA:Orang Terkaya Asia Zhang Yiming Tembus Rp1.882 Triliun, TikTok Bukan Satu-satunya Ada ,Peran ByteDance serta AI

 

Dikutip dari AFP, Kamis (8/10/2026 ), setiap peserta diberi waktu hingga 90 menit untuk tidur. Pemenang tidak ditentukan hanya oleh siapa yang paling cepat memejamkan mata, tetapi juga berdasarkan seberapa lelap tidurnya.

 

Dengan aturan itu, peserta tidak cukup sekadar cepat tertidur. Kondisi tidur yang tercatat perangkat pemantau turut menjadi dasar penilaian. Hadiah utama kompetisi tersebut disiapkan mencapai lebih dari 2 juta yen, setara Rp 225 juta.

 

Direktur Kreatif Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama, mengatakan, “Jepang terkenal dengan budaya kerja kerasnya, tapi warganya sering mengalami kekurangan tidur.” Menurut dia, kompetisi itu dibuat bukan hanya untuk mencari peserta yang paling cepat terlelap, tetapi juga mengajak masyarakat memperhatikan waktu dan kualitas tidur.

BACA JUGA:Rusia Diguncang Wabah Misterius Setelah Insiden Laboratorium,197 Orang Masuk Pengawasan

 

“Dengan menjadikannya sebuah acara seperti ini, saya pikir kita bisa membuat orang tidur bersama-sama dan meningkatkan minat terhadap tidur,” lanjut Nakama.

 

Masalah kurang tidur memang cukup umum di Jepang. Data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2021 mencatat rata-rata orang Jepang tidur selama 7 jam 24 menit per hari. Jam kerja dan perjalanan yang panjang serta aktivitas malam disebut menjadi beberapa penyebabnya.

 

Angka tersebut menjadi konteks penyelenggaraan Matt Race, yang menempatkan tidur sebagai kegiatan utama dalam sebuah kompetisi. Namun, sumber tidak memerinci jumlah peserta maupun hasil akhir perlombaan selain keterangan mengenai mekanisme penilaiannya dan hadiah utama.

BACA JUGA:Museum NTB Hadir di MotoGP Mandalika 2026 dengan 21 Koleksi Artefak Budaya dari Sekardiu Hingga Tenun

 

Salah satu peserta, Chisato Honda, mengaku tidak menyangka perlombaan itu terasa begitu cepat. Menurut dia, kompetisi tersebut tidak terasa seperti lomba pada umumnya yang sangat kompetitif.

 

“Rasanya selesai dalam sekejap. Saya hampir berharap bisa tidur sedikit lebih lama, ini adalah kompetisi yang menyenangkan,” ungkap Chisato.

 

Kategori :