5 Tips Terhindar dari Bahaya Partikel Mikroplastik Saat Hujan Turun
Bahaya Mikroplastik di Jakarta saat hujan turun---Freepik
Air yang kita gunakan sehari-hari, terutama saat musim hujan, bisa tercampur dengan limbah plastik dari lingkungan. Menggunakan filter air adalah langkah bijak untuk menyaring partikel halus yang mungkin terbawa aliran air.
Selain menjaga kebersihan air, langkah ini juga membantu mengurangi risiko paparan mikroplastik dalam kegiatan harian seperti memasak atau mencuci bahan makanan.
BACA JUGA:Viral Kabar Pemerintah Bawa Pawang Hujan untuk Upacara Kemerdekaan di IKN, Begini Kejadiannya
3. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Hujan sering kali membuat kita tergoda untuk memakai bungkus plastik tambahan — mulai dari kantong belanja hingga pelindung barang. Padahal, plastik bekas ini bisa terurai menjadi partikel mikroplastik yang terbawa air hujan ke tanah dan sungai.
Cobalah membawa payung kecil dan tas tahan air sendiri. Selain lebih praktis, kamu turut berperan menjaga lingkungan tetap bersih dari serpihan plastik yang mencemari.
4. Bersihkan Saluran Air di Sekitar Rumah
Air hujan yang mengalir di saluran tersumbat bisa membawa banyak residu plastik kecil. Membersihkan selokan dan pembuangan di sekitar rumah sebelum musim hujan tiba adalah langkah sederhana namun efektif.
Dengan memastikan aliran air tetap lancar, kamu tidak hanya mencegah genangan tetapi juga membantu mengurangi penyebaran mikroplastik di lingkungan sekitar.
5. Hindari Mengeringkan atau Menjemur Pakaian Sintetis di Luar Saat Hujan
Saat udara lembap atau gerimis, partikel dari serat sintetis seperti polyester dan nylon dapat terlepas ke udara. Jika pakaian tersebut dijemur di luar, terutama ketika hujan turun, mikroplastik dari serat halus bisa terbawa air dan menyebar ke lingkungan.
Lebih baik keringkan pakaian di dalam ruangan atau gunakan bahan alami seperti katun agar lebih ramah bagi tubuh dan lingkungan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-