BNM Soroti Musyawarah Kubro Lirboyo, Ini Penjelasan Resmi Gus Gangga
Dinamika Internal NU, BNM Serukan Ketaatan Aturan dan Adab Berorganisasi---Dok. Istimewa
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Barisan Nahdliyin Muda (BNM) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Gus Gangga Listiawan menegaskan pentingnya sikap patuh terhadap aturan organisasi dalam merespons dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU).
BNM mengingatkan agar generasi muda NU tidak dibiasakan mengambil sikap yang bertentangan dengan ketentuan organisasi yang telah ditetapkan secara sah.
Menurut Gus Gangga, membenarkan sikap melanggar aturan justru berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang bagi jam’iyah NU.
Ia menilai, jika pelanggaran dianggap wajar, organisasi bisa kehilangan arah dan pijakan nilai.
BACA JUGA:Bukan Obat Mahal! Cara Simpel Ini Bikin Otak Terlihat Lebih Muda Menurut Ilmuwan
Keputusan Syuriyah PBNU Harus Dihormati
Gus Gangga menekankan bahwa keputusan pimpinan tertinggi NU, khususnya yang dihasilkan oleh Syuriyah PBNU, merupakan keputusan organisasi yang bersifat final dan mengikat.
Ia menjelaskan bahwa NU telah menyediakan mekanisme resmi bagi pihak yang merasa keberatan terhadap suatu keputusan, yakni melalui Majelis Tahkim.
Oleh karena itu, perbedaan pandangan seharusnya disalurkan melalui jalur organisasi yang telah diatur, bukan dengan memperluas polemik di ruang publik.
Musyawarah Kubro Tidak Bersifat Mengikat
Menanggapi sejumlah pihak yang kerap menjadikan Musyawarah Kubro Lirboyo sebagai rujukan, Gus Gangga menegaskan bahwa forum tersebut tidak memiliki kekuatan mengikat secara organisasi.
Menurutnya, Musyawarah Kubro tidak tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, sehingga hasilnya tidak wajib dijadikan acuan kebijakan. Ia menilai forum tersebut lebih bersifat keilmuan dan memberikan pandangan alternatif yang sifatnya opsional.
BACA JUGA:Tragedi Tol Krapyak Semarang: 16 Penumpang Tewas, Sopir Bus Selamat
Syuriyah sebagai Kompas Jam’iyah NU
BNM menegaskan bahwa Syuriyah merupakan rujukan utama dalam jam’iyah NU. Peran Syuriyah dinilai krusial sebagai penjaga nilai, penentu arah kebijakan, serta pelindung marwah organisasi.
Karena itu, kedisiplinan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan para kiai, agar setiap keputusan yang diambil benar-benar bermuara pada kemaslahatan bersama.
Ajakan Menjaga Adab dan Persatuan
Lebih lanjut, Gus Gangga mengajak seluruh warga NU, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga adab berorganisasi, menghormati keputusan pimpinan, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah persatuan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-