Pangsa Pasar Tembus 15 Persen, Ini Daftar BEV Terlaris di Indonesia
Denza D9-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia pada Januari 2026 kembali mencuri perhatian.
Meski secara bulanan mengalami penurunan tajam, kontribusinya terhadap pasar otomotif nasional justru semakin kuat.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil listrik mencapai 10.061 unit (wholesales) sepanjang Januari 2026.
Angka tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit.
Artinya, elektrifikasi kendaraan kini bukan lagi ceruk kecil, melainkan sudah menjadi pilar penting industri otomotif Tanah Air.
BACA JUGA:Suzuki Across Resmi Meluncur, SUV Kembaran RAV4 dengan Teknologi Plug-in Hybrid 300 HP
Turun Tajam Dibanding Desember 2025
Meski kontribusinya besar, penjualan Januari sebenarnya mengalami koreksi signifikan.
Pada Desember 2025, distribusi BEV sempat melonjak hingga 21.021 unit. Artinya, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara month-to-month.
Penurunan ini dinilai sebagai fase normalisasi pasar setelah lonjakan penjualan akhir tahun, yang biasanya terdorong:
-
Diskon tutup tahun
-
Insentif pemerintah
-
Target distribusi pabrikan
-
Momentum pameran otomotif
BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Terlaris
Posisi puncak mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit.
Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik SUV listrik kompak dengan harga kompetitif di pasar Indonesia.
Di posisi kedua, Jaecoo J5 mencatat 1.942 unit, memperlihatkan respons pasar yang sangat cepat terhadap pendatang baru di segmen SUV listrik.
Sementara peringkat ketiga diisi BYD M6 dengan 851 unit, menandakan segmen MPV keluarga tetap punya pasar besar dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China Kian Kuat
Beberapa posisi berikutnya semakin menegaskan dominasi pabrikan China di pasar BEV nasional.
-
Wuling Darion EV – 790 unit
-
BYD Sealion 7 – 613 unit
Keduanya memperlihatkan kombinasi desain futuristik, fitur melimpah, dan harga kompetitif menjadi kunci sukses di Indonesia.
Persaingan di papan tengah juga cukup ketat dengan berbagai segmen bermain:
-
Geely EX2 – 423 unit
-
Denza D9 – 392 unit
-
Aion UT – 266 unit
-
Chery J6 – 215 unit
-
Aion V – 214 unit
Segmen yang bertarung di sini cukup beragam, mulai SUV kompak, hatchback listrik, hingga MPV premium.
BACA JUGA:GAC Indonesia Siapkan 3 Mobil Baru di IIMS 2026, MPV 7-Seater Hybrid Jadi Sorotan!
Di luar 10 besar, distribusi masih berlangsung ketat dengan angka ratusan hingga puluhan unit.
Beberapa model yang mencatat penjualan antara lain:
-
VinFast VF 3 – 119 unit
-
Xpeng X9 – 105 unit
-
MG 4 EV – 95 unit
-
Polytron G3 – 82 unit
-
Hyptec HT – 77 unit
Sementara BYD Seal membukukan 45 unit dan Hyundai Kona EV mencatat 37 unit.
Beberapa city car listrik dan entry level juga tetap mendapat pasar:
-
Wuling Air EV – 32 unit
-
Omoda E5 – 28 unit
-
Citroen E‑C3 – 15 unit
-
Wuling Binguo EV – 14 unit
Segmen ini biasanya diminati konsumen urban yang mencari kendaraan harian hemat energi.
Di kelas premium, distribusi masih sangat kecil karena harga tinggi dan pasar yang lebih niche.
Beberapa catatan penjualan:
-
BMW i7 – 8 unit
-
Toyota bZ4X – 7 unit
-
Mercedes‑Benz EQE – 4 unit
Bahkan flagship seperti:
-
Mercedes‑Benz EQS – 1 unit
-
BMW i5 – 1 unit
Menunjukkan segmen high-end EV masih dalam tahap awal adopsi di Indonesia.
Meski turun bulanan, ada beberapa sinyal positif:
1. Pangsa Pasar Dua Digit
15 persen market share menunjukkan BEV bukan lagi pasar kecil.
2. SUV & MPV Paling Laris
Karakter konsumen Indonesia masih mengutamakan:
-
Kendaraan keluarga
-
Ground clearance tinggi
-
Kabin luas
3. Dominasi Brand China
Faktor pendorongnya:
-
Harga agresif
-
Fitur melimpah
-
Teknologi baterai kompetitif
4. Premium EV Masih Terbatas
Harga miliaran rupiah membuat adopsinya belum masif.
Penjualan mobil listrik diprediksi kembali naik pada kuartal berikutnya karena:
-
Insentif pemerintah berlanjut
-
Infrastruktur SPKLU bertambah
-
Model baru terus masuk
-
Harga baterai makin turun
Jika tren berlanjut, bukan tidak mungkin pangsa pasar BEV menembus 20 persen sebelum akhir 2026.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-