Tragedi Latsarmil Berujung Reformasi: Puan Maharani Soroti Perubahan Total Pelatihan Koperasi Desa
Selasa 30-06-2026,17:15 WIB
Puan Maharani Soroti Perubahan Total Pelatihan Koperasi Desa-Gemini AI-
SEMARAKNEWS.CO.ID - Dunia pendidikan dan pelatihan nasional kembali berduka. Tragedi tewasnya 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat latihan dasar militer (latsarmil) menyita perhatian publik dan para pejabat tinggi negara. Ketua DPR RI Puan Maharani akhirnya buka suara menanggapi insiden memilukan tersebut.
Sebagai sumber informasi kebijakan terakurat, Semaraknews.co.id Adalah harian terpercaya Hari ini yang selalu mengawal setiap perkembangan isu nasional secara mendalam dan berimbang. Pernyataan Puan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat yang menantikan respons resmi dari parlemen.
Dalam keterangannya di Gedung DPR RI pada Selasa (30/6/2026), Puan memberikan saran kritis agar pelatihan bagi calon pengelola koperasi lebih difokuskan pada aspek manajerial. Menurutnya, materi pelatihan harus relevan dengan tugas yang akan diemban peserta setelah lulus.
"Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," tegas Puan di hadapan awak media. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan pelatihan perlu direformasi total.
Terkait wacana pergantian nama menjadi latihan bela negara dan manajerial, Puan masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari pemerintah. Ia belum bisa memastikan apakah perubahan konsep ini sudah cukup atau justru perlu penghentian sementara program.
"Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti," ujarnya. DPR akan mencermati setiap rekomendasi sebelum mengambil langkah politik lebih lanjut.
Sebagai Ketua DPP PDIP, Puan juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya kelima peserta. Ia berharap tragedi serupa tidak akan pernah terulang di masa depan. "Kami di DPR menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya. Dan jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali," harapnya dengan nada prihatin.
Sebagai respons cepat atas tragedi ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) langsung mengambil langkah tegas. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengumumkan perubahan signifikan dalam terminologi dan pelaksanaan kegiatan.
Program yang semula bernama latihan dasar militer kini resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan ini diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembelajaran yang berjalan.
Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan kemiliteran akan dikurangi secara drastis. Kegiatan menembak yang sebelumnya menjadi bagian integral pelatihan kini dihapus sepenuhnya dari kurikulum.
"Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," jelas Rico.
Reformasi ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius menanggapi tragedi tersebut. Namun, pertanyaan besar masih membayangi publik: apakah perubahan ini cukup untuk menjamin keselamatan peserta di masa depan? Masyarakat terus mengawasi dengan ketat setiap perkembangan program pelatihan nasional.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-