Perut Kosong dan Dompet Tipis Ternyata Bikin Jantung Cepat Tua, Bukan Cuma Kolesterol yang Patut Disalahkan

Perut Kosong dan Dompet Tipis Ternyata Bikin Jantung Cepat Tua, Bukan Cuma Kolesterol yang Patut Disalahkan

Riset mengungkap tekanan finansial dan kerawanan pangan mempercepat penuaan jantung serta meningkatkan risiko kematian.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Selama ini penyakit jantung kerap dikaitkan dengan kolesterol, gula darah, atau tekanan darah tinggi. Namun riset terbaru justru mengungkap musuh yang tak kalah berbahaya. Dompet yang makin menipis dan meja makan yang kian sepi ternyata bisa membuat jantung menua lebih cepat sekaligus meningkatkan risiko kematian.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings setelah para peneliti menemukan bahwa kondisi sosial dan ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap usia biologis jantung seseorang.

“Apa yang ada di dompet Anda dan di piring Anda bisa jauh lebih menentukan seberapa cepat jantung Anda menua,” tulis para peneliti sebagaimana dikutip dari Earth pada 20 Desember 2025.

Mereka menjelaskan bahwa tekanan finansial serta sulitnya memperoleh makanan bergizi berkaitan erat dengan percepatan penuaan jantung. Dengan kata lain, persoalannya bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penelitian itu melibatkan lebih dari 280 ribu pasien dewasa yang menjalani perawatan di Mayo Clinic sepanjang 2018 hingga 2023. Seluruh peserta diminta mengisi survei mengenai determinan sosial kesehatan yang mencakup sembilan aspek kehidupan, mulai dari kondisi ekonomi, akses terhadap pangan, tempat tinggal, aktivitas fisik, hingga tingkat stres yang mereka alami.

BACA JUGA:Orang Utan Sudah Punya Apotek Sendiri, Manusia Malah Sibuk Rusak Hutannya

Setelah itu, tim peneliti memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang menganalisis hasil elektrokardiogram atau AI-ECG untuk memperkirakan usia biologis jantung masing-masing peserta. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan usia sebenarnya guna mengetahui apakah jantung seseorang mengalami penuaan lebih cepat dibanding usia kronologisnya.

“Tekanan finansial dan kerawanan pangan muncul sebagai pendorong terkuat percepatan penuaan jantung dan peningkatan risiko kematian,” tulis tim peneliti.

Hubungan tersebut tetap terlihat meski peneliti telah memperhitungkan berbagai penyakit penyerta seperti hipertensi maupun diabetes. Artinya, faktor ekonomi dan sosial tetap berdiri sebagai variabel penting yang memengaruhi kesehatan jantung.

Riset itu juga menemukan bahwa ketidakstabilan tempat tinggal serta minimnya aktivitas fisik berhubungan dengan kondisi jantung yang lebih buruk. Menurut peneliti, tekanan sosial yang berlangsung dalam waktu lama dapat memicu stres kronis, meningkatkan peradangan, mengganggu metabolisme tubuh, hingga akhirnya merusak sistem kardiovaskular.

BACA JUGA:Prabowo Siap Gaspol B50, Pemerintah Klaim Solar Impor Bakal Tamat

Karena itu, peneliti menilai strategi pencegahan penyakit jantung tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan maupun faktor klinis. Kondisi sosial masyarakat juga harus menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

“Menstabilkan akses pangan dan kondisi finansial adalah pencegahan kardiovaskular.”

Meski penelitian ini masih bersifat potong lintang sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, jumlah responden yang sangat besar serta konsistensi hasil pada laki-laki maupun perempuan membuat temuan tersebut dinilai memiliki bobot ilmiah yang kuat.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya