Selain isu Letjen Kunto, Rocky turut menanggapi tekanan publik terhadap Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo, yang namanya dikaitkan dengan wacana pemakzulan.
Meskipun alasan purnawirawan soal inkonstitusionalitas pencalonan Gibran, perhatian publik lebih tertuju pada kapabilitas Gibran sebagai calon Wakil Presiden.
“Ya kita menunggu atau tidak menunggu kondisi politik, jelas kondisi politik dinamikanya akan tumbuh lagi. Tidak akan berhenti isu ini, karena tetap evaluasi publik terhadap Pak Gibran itu makin lama makin negatif.” kata Rocky.
BACA JUGA:Viral di TikTok Tren 'Kesenjangan Sosial', Bikin Ngakak Netizen!
Rocky juga menyebut kemungkinan tren persepsi negatif terhadap Gibran semakin meningkat.
“Mungkin kalau dibuat survey, negative impression (kesan negatif) makin lama makin buruk. Walaupun ada satu/dua survei yang mengatakan kepuasan kepada Pak Gibran itu 88%, orang merasa gibran aja kalo gitu yang jadi presiden.” jelas Rocky.
Ia juga menegaskan bahwa publik akan terus memantau perkembangan isu ini menjelang keputusan presiden.
“Sekali lagi, kita bisa pastikan dengan kalkulasi akal sehat bahwa publik menunggu kelanjutan isu ini untuk ditanggapi untuk presiden.” sebutnya.